alexametrics

Kemenhub Antisipasi Meluasnya Kerusuhan Manokwari di Bandara Rendani

19 Agustus 2019, 19:16:15 WIB

JawaPos.com – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Polana Pramesti memastikan, kerusuhan yang terjadi di beberapa titik, di Kota Manokwari, Papua Barat tidak mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Rendani, pada Senin (19/08). Menurut Polana, kondisi bandar udara tersebut aman dan terkendali. Aktivitas penerbangan tetap berjalan seperti biasa.

“Kami terus berkoordinasi dengan Kepala Kantor Otoritas Wilayah IX dan Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Rendani Manokwari untuk terus melaporkan kondisi terbaru guna memastikan upaya preventif jika titik kerusuhan mendekati wilayah bandar udara,” jelas Polana kepada awak media, Senin (19/8).

Polana mengimbau kepada seluruh pemangkut kepentingan jasa penerbangan untuk tetap siap siaga dan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan pelayanan. Sementara itu, Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Rendani, Juli Mudjiono menjelaskan, akses menuju bandar udara sudah diamankan oleh TNI/Polri.

Calon penumpang yang akses menuju bandaranya terdampak penutupan akibat kerusuhan, akan dipindahkan ke penerbangan berikutnya.

“Ini adalah kebijakan maskapai penerbangan untuk mengganti penerbangan calon penumpang yang terdampak kerusuhan. Sementara, kerusuhan tidak berdampak pada penumpang yang tiba di Bandar Udara Rendani,” jelas Juli.

Untuk diketahui, aksi yang terjadi di Kabupaten Manokwari sebagai bentuk protes terhadap dugaan tindakan persekusi dan rasisme yang dilakukan ormas dan oknum aparat terhadap mahasiswa Papua di Malang, Surabaya, dan Semarang.

Akibatnya, Gedung DPRD Papua Barat dibakar massa. Tak hanya itu, massa juga memblokade dengan ranting pohon dan membakar ban bekas di sejumlah titik jalan utama di Kota Manokwari, Papua, Senin (19/8) pagi.

Awalnya pembakaran fasilitas umum bermula saat warga melakukan aksi unjuk rasa. Unjuk rasa berakhir anarkis. Warga membakar dan merusak sejumlah fasilitas umum. Meski massa yang melakukan aksi tidak banyak, namun warga tidak berani keluar rumah.

Sekolah dan perkantoran pun diliburkan. Beberapa mahasiswa dan warga lalu lalang di jalan utama sembari membentangkan karton bertuliskan tuntutan kepada pemerintah. Belum diketahui apa yang menjadi penyebab kerusuhan terjadi. Apakah karena penahanan terhadap mahasiswa Papua Barat di Kota Malang, Jawa Timur atau karena sebab lainnya.

“Manokwari rusuh. Kantor DPRD Provinsi Papua Barat dibakar. Saat ini masih mencekam,” ucap warga, Hasan Abdullah dikutip dari Fajar.co.id (Jawa Pos Group).

Warga asal Sulawesi Selatan yang sudah 10 tahun tinggal di Papua itu mengatakan, warga pendatang tak berani keluar rumah. Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang beredar, kerusuhan itu terjadi sebagai akibat penangkapan 43 mahasiswa Papua di Jawa Timur.

“Katanya sih begitu, warga Papua marah karena ada 43 mahasiswa Papua di Jawa Timur ditangkap,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Igman Ibrahim

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads