alexametrics

‎Kepala Suku Papua: Masyarakat dan Mahasiswa Tidak Berbuat Anarkis

19 Agustus 2019, 15:00:28 WIB

JawaPos.com – ‎Situasi di Manokwari, Papua Barat memanas. Karena buntut dari kerusuhan tersebut Kantor DPRD di Papua Barat dibakar oleh masyarakat setempat.

Ketua Masyarakat Adat Tanah Papua atau Kepala Suku, Lenis Kogoya‎ mengimbau kepada masyarakat dan juga mahasiswa Papua untuk bisa tenang dan tidak terprovokasi. Dia meminta warga untuk jangan melakukan apapun yang bisa merusak situasi.

“Jadi harus tentang, harap tenang, tindakan-tindakan yang dilakukan harus punya hati,” ujar Lenis Kogoya dalam konfrensi pers di kawasan Slipi, Jakarta, ‎Senin (19/8).

Menurut Lenis, boleh saja Mahasiswa apabila menyampaikan aspirasi karena kecewa dengan penangkapan ‎43 mahasiswa di Surabaya. Namun aspirasi itu harus tetap damai. Jangan melakukan perusakan fasilitas umum.

“Penyampaian asporasi boleh saja. Tapi jangan ada pembakaran, perusakan. Karena itu sama saja rusak kampung sendiri,” katanya.

Kerusuhan di Manokwari, Papua Barat. (Istimewa)

Semua pihak bukan hanya dari Papua tapi juga dari suku Jawa, Bugis atau lainnya harus saling menghargai. Jangan karena hal-hal sepele malah timbul permusuhan karena tidak adanya saling menghargai.

“Harus ‎saling menghargai, seperti Papua mebhargai orang Jawa, dan orang Jawa menghargai orang Papua. Jadi anak bangsa saling menghargai,” ungkapnya.

Staf Khusus Presiden untuk Papua mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini terus mengedepankan kepada pembangunan di bumi cinderawasih. Hal itu karena Presiden Jokowi ingin membangun kesetaraan.

Hal ini pun harus bisa dicontoh semua pihak. Menjunjung tinggi kesetaraan. Semua pihak harus saling menghargai. Saat ini saja pemerintah begitu berpihak kepada masyarakat Papua. Sebab di kemeterian dan lembaga sudah mulai merekrut masyarakat dari Papua. Ini bukti Presiden Jokowi ingin bangun kesetaraan.

“‎Kenapa Pak Jokowi ke Papua terus, bisa tiga kali. Karena Presiden Jokowi punya hati. Presiden ingin bangun Papua terus,” pungkasnya.

Adapun kerusuhan di Manokwari, Papua Barat karena sebanyak 43 orang anggota aliansi mahasiswa Papua dibawa ke markas Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya dari asrama mereka di Jalan Kalasan, Sabtu, 17 Agustus 2019.

Diduga penggerebekan itu akibat kesalahpahaman setelah Bendera Merah Putih milik Pemerintah Kota Surabaya terjatuh di depan asrama. Hal ini pun lantas memicu kemarahan di Manokwari sehingga kantor DPRD di Papua Barat dibakar.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Gunawan Wibisono

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads