alexametrics
Sidang Sengketa Pilpres MK

Tak Memesan tapi Ditelpon Driver Ojol, Saksi 02 Yakin Nomornya Diretas

19 Juni 2019, 21:02:23 WIB

JawaPos.com – Saksi fakta yang diajukan oleh Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Betty Kristiana mengaku, menemukan sejumlah tumpukan dokumen yang diduga sebagai C1 di Kantor Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Hal tersebut ia sampaikan di hadapan majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK), dalam sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2019, Jakarta, Rabu (18/6).

Peristiwa tersebut terjadi pada 18 April pukul 19.30 WIB, sehari setelah pencoblosan pemilu 2019. Jumlah dokumen diduga C1 yang ia temukan cukup banyak. Kemudian, segel dari dokumen diduga C1 itu sudah terbuka.

“Lembaran hologram itu segel suara hologram serta segel pengunci yang telah digunting serta lembaran plano juga plastik pembungkus kotak suara itu menggunung. Setelah dikumpulkan itu menjadi empat karung lebih,” ujar Betty.

Betty menyampaikan, ketika itu, ia sengaja mendatangi lokasi karena ingin melakukan pengecekan. Namun, ia mendapati dokumen diduga C1 berserakan.

Dia juga menyebut, ada tiga orang di Kantor Kecamatan Juwangi itu. Saat dia menanyakan dokumen diduga C1 tersebut, orang-orang di sana hanya menjawab itu adalah sampah.

“Lalu saya jawab kalau sampah itu jumlahnya satu, dua, tidak menggunung sampai empat karung,” katanya.

‎Selain menemukan formulir C1 yang berserakan, dia juga melihat ada tiga orang tengah memasukkan kertas ke dalam amplop. Betty menduga, kertas yang dimasukkan itu adalah formulir C1.

“Itu akhirnya saya laporkan ke Seknas Boyolali (Seknas Prabowo-Sandi di Boyolali),” ungkapnya.

Temuan itupun ia rekam dan ia unggah melalui kanal YouTube. Namun, selang beberapa hari kemudian, akun Facebook dan nomor WhatsApp miliknya diretas oleh orang tidak dikenal.

‎”Jadi, WA serta Facebook saya di-cloning (digandakan) orang,” tuturnya.

Anehnya lagi, Facebook miliknya yang diretas itu tiba-tiba menulis status bahwa sang suami sedang merakit bom. Teman-teman Betty tentu tidak mempercayainya, lantaran Betty tak memiliki suami.

‎”‎Sepengetahuan mereka, memang saya tak bersuami. Baru tahu mereka setelah itu, itu bukan Mbak Betty,” tuturnya.

Di samping itu, ada juga driver ojek online yang menghubunginya untuk penjemputan. Padahal, aku Betty, dia tidak memesan ojek online.

Adapula driver ojek online yang menghubunginya untuk mengantarkan pesanan. Sementara diakui Betty, ia tidak memesan apapun. Atas dasar itu, ia yakin bahwa nomor ponselnya diretas.

‎”Ojek itu bilang Bu ini penipuan ini. Terus saya matikan handphone. Terus kemudian lagi saya ditelpon lagi ibu pesanan ibu harus saya antar ke mana,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Gunawan Wibisono

Alur Cerita Berita

Lihat Semua