alexametrics

Pemerintah Perkirakan Jumlah Pasien Positif Korona Terus Meningkat

19 Maret 2020, 12:57:14 WIB

JawaPos.com – Jumlah pasien positif Covid-19 yang meninggal kembali melonjak tajam. Hingga pukul 12.00 kemarin, 19 orang dinyatakan meninggal akibat virus asal Wuhan, Tiongkok, itu. Satu di antara para korban berasal dari Malang, Jawa Timur. Secara nasional, pasien yang positif terinfeksi virus korona sebanyak 227 orang.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto menyatakan, pada Selasa lalu (17/3) pukul 12.00, baru ada total 172 orang yang positif tertular Covid-19.

Kemudian, hingga kemarin pukul 12.00, terdapat tambahan 55 kasus baru. “Sehingga sampai 18 Maret (kemarin, Red), total pasien positif Covid-19 berjumlah 227 orang,” jelas Yuri.

Tambahan kasus baru tersebut ditemukan di Provinsi Banten (4), Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta (1), DKI Jakarta (30), Jawa Barat (12), Jawa Tengah (2), Sumatera Utara (1), Lampung (1), Riau (1), dan Kalimantan Timur (1). Totalnya 53 kasus. “Ditambah lagi dari deteksi kasus lewat epidemiologi dan pelaporan mandiri, ditemukan 2 kasus. Jadi, total pertambahan 55 kasus baru,” jelas Yuri.

Sementara itu, pasien yang sudah sembuh dan boleh pulang sebanyak 11 orang. Perinciannya, 1 kasus dari Banten, 9 kasus dari DKI Jakarta, serta 1 kasus dari Jawa Barat.

Mengenai lonjakan korban meninggal yang menjadi 19 orang, Yuri menyebut ada miskomunikasi. Sebab, beberapa rumah sakit di daerah belum melaporkan kasus kematian. Baru kemarin data tersebut diberikan ke pemerintah pusat. Sebanyak 19 pasien yang meninggal itu berasal dari Bali (1 orang), Banten (1), DKI Jakarta (12), Jawa Barat (1), Jawa Tengah (2), Jatim (1), dan Sumatera Utara (1).

Yuri memperkirakan, jumlah penderita secara keseluruhan terus meningkat. Sebab, saat ini memang fase akselerasi naik. ”Ini gambaran yang bisa dimaklumi dan lazim di fase-fase awal Covid-19. Kita berharap ini tidak terjadi terlalu panjang,’’ ucapnya. Dia juga berharap pada April mendatang virus tersebut bisa dikendalikan.

Saat ini contact tracing terus digiatkan tenaga dinas kesehatan di semua daerah. Kesadaran seluruh masyarakat untuk melapor ke RS mulai tumbuh. Itu juga merupakan faktor yang menyebabkan pasien terus naik. Hal tersebut, kata Yuri, harus direspons dengan terus menambah kapasitas layanan kesehatan agar tidak terjadi gap.

Yuri sudah bertemu dengan perwakilan asosiasi rumah sakit se-Indonesia. Menurut dia, beberapa RS swasta siap mendedikasikan seluruh tempat tidur untuk pasien korona. Selain itu, jaringan laboratorium untuk pemeriksaan spesimen diperluas. ”Ini tentu menggembirakan. Dengan cara ini, deteksi dini dan penemuan cepat kasus bisa dilaksanakan dengan maksimal,” kata Yuri.

Sementara itu, Yuri menambahkan, para pejabat negara, baik tingkat menteri maupun pembantu menteri, terus menjalani medical checkup di RS yang ditunjuk. Namun, karena sifat general checkup yang rahasia, Kemenkes tidak berhak mengungkapkan hasil pemeriksaan kesehatan. ’’Kecuali pasien positif, kami akan pertimbangkan ulang,” katanya.

Jajaran menteri menjalani pemeriksaan kesehatan setelah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi positif terinfeksi virus korona. Selain para menteri, Presiden Jokowi dan istrinya telah memeriksakan diri. Namun, hingga kemarin hasil tes kesehatan itu belum disampaikan ke publik.

Jatim Bikin Aplikasi Tanggap Covid-19

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kemarin meluncurkan aplikasi Jatim Tanggap Covid-19. Aplikasi tersebut berisi informasi dan sarana pengecekan pribadi untuk masyarakat. Laman aplikasi tersebut bernama checkupcovid19.jatimprov.go.id.

Pada tampilan pertama ada menu mulai. Pengunjung dipersilakan memilih menu tersebut. Selanjutnya, ada beberapa menu pilihan. ”Cek pribadi, hotline telepon, hingga daftar rumah sakit rujukan ada di sini,” kata Khofifah.

Dia lalu menunjukkan menu cek pribadi. Tampilan selanjutnya berupa pertanyaan ciri-ciri penyakit tersebut. Misalnya, apakah Anda batuk? ”Silakan pilih jawaban ya atau tidak,” terangnya. Ada lima pertanyaan. Setelah pengunjung mengisi jawaban, muncul penjelasan apakah potensi terjangkit virus atau tidak. Pada tampilan itu juga ada imbauan pengunjung disarankan tetap berada di rumah.

Khofifah menambahkan, laman Jatim Tanggap Covid-19 bisa dipakai siapa saja. Memang, perangkat itu dibuat Pemprov Jatim. Tapi, masyarakat di luar Jawa Timur bisa menggunakannya. ”Kalau berpotensi terjangkit virus, segera memeriksakan diri,” jelas Khofifah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jatim Benny Sampirwanto memastikan aplikasi tersebut bisa diakses banyak orang secara bersamaan. Tim yang merancang sudah melakukan uji coba. ”Selama ini tidak pernah bermasalah, tetap bisa digunakan,” katanya.

Sebelumnya, Khofifah menyampaikan perkembangan terakhir persebaran virus di Jawa Timur. Delapan orang positif. Dari jumlah tersebut, satu orang meninggal. Meski begitu, Khofifah meminta masyarakat tetap tenang. Dia juga menerapkan kebijakan ASN bekerja dua sif. Pertama, pukul 08.00 sampai 11.30. Selanjutnya, pukul 12.00 sampai 15.30. Aturan itu berlaku untuk eselon IV dan staf biasa. Khusus ASN eselon II dan III masuk seperti biasa.

Tempat hiburan juga mendapat sorotan. Mantan menteri sosial itu mengimbau pengusaha tempat hiburan menata jam operasi atau menutupnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : tau/riq/inu/c10/c7/oni

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads