alexametrics

Kemenristek Dikti Sebut Regenasi Petani Sangat Dibutuhkan

19 Maret 2019, 02:05:13 WIB

JawaPos.com – Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti (SDID) Kemenristekdikti baru menyelesaikan buku rencana induk pengembangan SDM pendidikan tinggi sektor pertanian dan kemaritiman. Untuk sektor pertanian, mereka berhasil memetakan sejumlah tantangan. Di antaranya adalah urusan regenerasi petani.

Dirjen SDID Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti mengatakan, regenerasi petani sangat dibutuhkan. ’’Sehingga sangat penting untuk meningkatkan minat generasi muda di bidang pertanian,’’ katanya di Jakarta Senin (18/3). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) periode 2013, umur petani di Indonesia didominasi oleh usia di atas 45 tahun.

Selain itu, jumlah petani juga mengalami kemerosotan secara berkelanjutan. Pada periode 2012 jumlah petani mencapai 36,4 juta jiwa. Kemudian pada 2016 menyusut menjadi 35,01 juta jiwa. ’’(Selain itu, Red) Jumlah penyuluh pertanian sedikit dibandingkan dengan sebaran jumlah petani,’’ tutur Ghufron.

Terkait dengan pentingnya SDM di sektor pertanian pangan tersebut, Ghufron mengatakan perlu kerja sama pelatihan dengan perguruan tinggi. Namun di lingkungan perguruan tinggi sendiri, dia menjelaskan masih ada persoalan. Salah satunya adalah proporsi SDM bergelar Doktor dan Guru Besar yang masih rendah.

Lebih lanjut Ghufron mengatakan ada lima pokok permasalahan dalam pembangunan SDM pendidikan tinggi di sektor pertanian. Yaitu luas lahan pertanian, sistem insentif, kemampuan SDM, penguasaan lahan dan ketidakadilan, serta permasalahan di pendidikan tinggi.

Meski masih memiliki tantangan besar, Ghufron optimistis Indonesia berpotensi besar untuk mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan. Dimulai dengan memproduksi SDM bidang pertanian yang unggul.

Bahkan jika diperlukan, pendidikan di bidang pertanian pangan dibuat seperti kuliah kedokteran. Yakni ada masa internship berupa pendampingan dengan petani. Melalui masa itulah, transfer pengetahuan dan teknologi dilakukan sehingga petani dapat mengolah lahan secara modern. 

Editor : Kuswandi

Reporter : Hilmi Setiawan

Copy Editor :

Kemenristek Dikti Sebut Regenasi Petani Sangat Dibutuhkan