alexametrics

Kunci Pasutri Lecutkan Keharmonisan di Ranjang

19 Maret 2018, 02:30:08 WIB

JawaPos.com – Bagi pasangan suami istri (pasutri) kualitas bercinta bisa menjadi salah satu patokan keharmonisan rumah tangga. Berhubungan seks bukan hanya sekadar menunaikan kewajiban sebagai pasangan semata, akan tetapi juga wajib memberikan kesenangan yang tak terlupakan sepanjang waktu.

Dilansir dari Pop Sugar, Minggu (18/3), ternyata kunci bugar dan tampil prima di ranjang hanya cukup satu cara, yakni tidur yang cukup. Jika pasangan sudah mendapatkan tidur yang cukup, mereka bisa melakukan hubungan seks dengan gaya apapun.

Menurut penelitian, satu dari tiga orang dewasa di Amerika tidak cukup tidur. Dampaknya, masalah seksual pun terjadi. Sebanyak 45 persen wanita dan 31 persen pria memiliki masalah pada kehidupan seks mereka.

Apa hubungan seks dan tidur?

Kurang tidur atau kurang bercinta sama-sama bisa menyebabkan stres. Kurang tidur bisa mengakibatkan masalah seksual dan kurangnya seks bisa mengakibatkan masalah tidur.

Sebaliknya, tidur nyenyak dapat menyebabkan gairah seks yang lebih besar. Orgasme bisa menghasilkan tidur yang nyenyak.

Dampak Tidur Bagi Perempuan

Perempuan sulit mendapatkan tidur yang cukup. Sebab mereka harus mengurus anak dan rumah tangga. Belum lagi karirnya yang juga menuntutnya menjalankan peran ganda. Jika kurang tidur, hasrat seksual perempuan bisa lebih rendah.

Tidur nyenyak dapat meningkatkan gairah. Sebuah studi baru-baru ini menemukan kesimpulan perempuan yang lebih lama tidur, semakin ingin pada seks keesokan harinya. Hanya satu jam tambahan tidur menyebabkan kenaikan 14 persen gairah seksual meningkat.

Lebih banyak tidur bisa melecutkan gairah genital yang lebih baik. Penelitian dilakukan pada wanita lulusan perguruan tinggi.

Stres Pengaruhi Gairah

Stres mengurangi minat seksual perempuan lebih banyak daripada pria. Beberapa hal ini disebabkan hormon. Saat stres mengakibatkan pelepasan kortisol dan kortisol menurunkan testosteron. Testosteron memainkan peran utama dalam dorongan seks kaum hawa dan adam. Pria memiliki testosteron lebih banyak ketimbang perempuan.

Dampak Tidur Pada Pria

Satu studi menemukan bahwa pria kurang tidur mengakibatkan penurunan kadar testosteron. Studi lain menemukan bahwa di antara pria, gangguan tidur berkontribusi terhadap disfungsi ereksi dan penurunan fungsi seksual secara keseluruhan.

Efek Seks, Cukup Tidur, dan Mood

Hubungan seks mempengaruhi masalah tidur (dan stres). Menurut pakar seks Ian Kerner, terlalu sedikit seks bisa menyebabkan seseorang urang tidur dan mudah tersinggung. Sebaliknya, ada beberapa bukti bahwa hormon stres kortisol menurun setelah orgasme. Maka tidur cukup bisa meningkatkan keharmonisan di antara Anda.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (ika/JPC)

Kunci Pasutri Lecutkan Keharmonisan di Ranjang