alexametrics

Radiasi di Perumahan Batan Indah Tersisa 10 Persen

19 Februari 2020, 17:08:00 WIB

JawaPos.com – Enam hari setelah penggalian tanah (clean-up), paparan radiasi di Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan, menurun. Hingga kemarin, data pancaran radiasi turun 90 persen jika dibandingkan dengan temuan awal.

Kondisi awal pancaran radiasi di lokasi penemuan sumber radioaktif cesium 137 (Cs-137) mencapai 149 microsievert. Kemudian, setelah tanah diangkat, nilai radiasinya turun menjadi 98,9 microsievert pada Sabtu dini hari (15/2). Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) kemarin siang (18/2) menyebutkan bahwa tingkat radiasinya turun hingga tinggal 10 persen atau sekitar 14,9 microsievert.

Meskipun menurun signifikan, tetap saja nilai pancaran radiasinya jauh di atas nilai normal di kisaran 0,2 microsievert. Kondisi pancaran radiasi terkini yang masih sekitar 14,9 microsievert itu sama dengan 74,5 kali kondisi normal.

Kepala Bagian Hukum, Humas, dan Kerja Sama Batan Heru Umbara menuturkan, kegiatan clean-up kemarin (18/2) masuk hari keenam. Clean-up itu direncanakan berlangsung selama 20 hari. ’’Semoga sebelum 20 hari kerja itu pelaksanaan clean-up sudah selesai sehingga tidak perlu menunggu 20 hari,’’ tuturnya.

Heru juga menjelaskan, hingga kemarin jumlah drum yang digunakan untuk menampung tanah serta vegetasi dari lokasi mencapai 172 buah. Pengangkatan tanah di lokasi pencemaran radioaktif itu dibantu Pemkot Tangerang Selatan.

Batan menyebut radiasi itu berada dalam batas aman. Karena itu, dia mengimbau warga, khususnya di Perumahan Batan Indah, tidak khawatir berlebihan. Warga sebaiknya menjalankan aktivitas seperti biasa. Aktivitas yang normal diharapkan mendukung clean-up supaya cepat selesai. ’’Apalagi, penurunan aktivitasnya (radiasi, Red) diketahui tinggal 10 persen,’’ jelasnya.

Sementara itu, Heru menegaskan, hingga kemarin hasil pengecekan badan menyeluruh atau whole body counting (WBC) belum keluar. Dia menuturkan, hasil WBC untuk sembilan warga mungkin keluar dua atau tiga hari kerja. Sembilan orang itu diperiksa di kantor Batan, Lebak Bulus, pada Senin (17/2).

Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro memastikan tidak ada kebocoran dari reaktor nuklir di Batan Puspiptek Serpong. ’’Tidak ada kebocoran dari instalasi maupun reaktornya. Ini kami sedang melihat apakah ada unsur tindakan kriminal atau kelalaian yang serius,’’ beber Bambang di gedung BPPT II kemarin.

Meski begitu, belum ada titik terang mengenai kepemilikan zat radioaktif di lahan kosong Perumahan Batan Indah itu. Sebab, pemakai bahan radioaktif cukup banyak. Mulai industri yang dipakai pabrik hingga bidang kesehatan oleh rumah sakit. ’’Setelah digunakan, limbahnya harus dikirim ke kompleks reaktor Serpong. Jadi, nggak boleh dibuang di wilayah lain yang tidak ditentukan pemerintah,’’ ujarnya.

Menteri 53 tahun tersebut mengapresiasi surveilans Batan yang sudah bekerja sangat baik. Sebab, sistem pemantaunya sudah menangkap kandungan radiasi di atas batas wajar di sebuah tanah kosong.

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : wan/han/c19/ayi



Close Ads