alexametrics

Indonesia Disebut Potensial Buat Bisnis Data Center

19 Januari 2022, 04:45:08 WIB

JawaPos.com – Seiring dengan pesatnya digitalisasi di banyak sektor untuk kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia, pusat data atau data center dinilai makin dibutuhkan. Tidak hanya sebagai “tandon data” penting juga untuk melihat bahwa data center harus aman dari berbagai gangguan misalnya kebakaran seperti yang belum lama ini terjadi di Gedung Cyber, Jakarta.

Indonesia sendiri saat ini dipertimbangkan sebagai salah satu lokasi yang potensial untuk perluasan bisnis data center di Asia. Bahkan, posisi Indonesia juga digadang-gadang bisa jadi the next Hub setelah Singapura dan Hong Kong.

Executive Vice President Divisi Wholesale Service Telkom, Erik Orbandi mengungkapkan Indonesia memiliki pasar Internet dan smartphone aktif terbesar di Asia Tenggara, dimana mobile connections in Indonesia mencapai 125,6 persen dari populasi per Januari 2021, dimana angka ini lebih tinggi dibanding data rata-rata global berkisar 102,4 persen.

“Saat ini Indonesia banyak dipertimbangkan pemain global sebagai the next Hub setelah Singapura dan Hong Kong. Bisnis data center mengundang pelaku bisnis lokal maupun global untuk ikut terjun dalam bisnis, baik dalam bentuk joint venture maupun direct investment dan pembentukan anak perusahaan,” katanya di Jakarta, Selasa (18/1).

Ditambahkannya, tren terbaru data center saat ini meliputi konsep breakthru untuk memberikan diferensiasi dan mengindikasikan keseriusan dalam memberikan fasilitas data center yang bertaraf global dan modern, diantaranya Green DC, Hyperscale DC Infra dan Multiple DC Location.

Telkom sendiri memiliki data center yakni neuCentrIX yang diklaim punya konsep ECO yang dilengkapi koneksi seamless dengan data center berkapasitas besar (Hyperscale Data Center) yang telah dibangun di lokasi Cikarang, serta dilengkapi dengan Edge DC yang tersebar di 18 lokasi seluruh Indonesia dan lima lokasi global.

Hal ini menurut Erik menjadikan data center Telkom Group menjadi pilihan tepat dalam mendeliver layanan complete level data center. Dengan lokasi neuCentrIX yang tersebar di domestik dan global tersebut, memudahkan pelanggan dalam backup data.

Untuk environment neuCentrIX dilakukan back up data secara periodik sehingga customer dapat memiliki opsi untuk mendapatkan layanan primary data center sekaligus data recovery site data center. Erik memastikan, keamanan data yang disimpan di neuCentrIX dapat lebih optimal.

Selanjutnya Erik menambahkan pelanggan akan lebih mudah memilih akses collocation-nya dari data center yang telah tersebar di lokasi domestik dan global. Semua Data Center neuCentrIX terletak di lokasi strategis dan sangat mudah diakses, seperti Tier-3 neuCentrIX domestik yang saat ini telah tersedia yaitu di pusat kota Batam dan Jakarta, dua kota bisnis teratas di Indonesia. Lokasi-lokasi ini memiliki sumber daya dan konektivitas yang andal dengan tingkat pemadaman minimum.

Untuk urusan keselamatan, semua Data Center Tier 3 neuCentrIX juga disebut telah dilengkapi dengan sistem pencegahan dan pemulihan untuk berbagai jenis ancaman, termasuk bencana alam, kebocoran air, dan kebakaran. Contohnya, setiap fasilitas menggunakan sistem pencegah kebakaran IG-55 dan pipa kering, sistem penyiram api pra-aksi.

“Ada juga sistem pendeteksi asap aspirasi VESDA (untuk peringatan dini) yang dipasang di bawah dan di atas lantai di setiap fasilitas,” tambahnya.

Terakhir dari sisi keselamatan. Ia mengklaim neuCentrIX dilengkapi dengan protokol keamanan tingkat tinggi, baik virtual maupun fisik. Sebagai contoh, untuk mencegah ancaman fisik, setiap fasilitas dijaga 24×7 oleh tim keamanan yang berpengalaman.

Terlebih lagi, setiap fasilitas juga menerapkan Visitor Access Management (VAM) untuk memastikan bahwa setiap pengunjung yang masuk telah memenuhi syarat.

Sementara itu, di luar Indonesia, data center Telkom Group dikelola oleh Telin sebagai anak perusahaan Telkom yang bergerak di bisnis internasional. CEO Telin, Budi Satria D. Purba mengungkapkan dalam pemilihan data center, perusahaan harus mempertimbangkan faktor reliability dan security.

Di mana keduanya menjadi aspek yang critical yang perusahaan dan penyedia layanan data center tidak bisa kompromi untuk ini. Di samping itu, perusahaan juga harus mempertimbangkan aspek netralitas, lokasi, serta dukungan infrastruktur seperti konektivitas jaringan komunikasi domestik maupun global.

Untuk urusan konektivitas global, Telin memiliki konektivitas kabel bawah laut internasional sepanjang 207 ribu km di seluruh dunia yang mendukung dalam penyediaan infrastruktur untuk Data Center Telkom Group.

“Saat ini layanan security Telin sudah digunakan oleh berbagai perusahaan domestik dan luar negeri seperti di e-commerce, perbankan dan finansial, serta di lembaga pemerintahan,” ungkap Budi.

Sebelumnya, Direktur Layanan Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Bambang Dwi Anggono mengatakan data center Indonesia harus dikelola secara profesional mulai dari sisi kelistrikan, pembiayaan hingga SDM harus terpenuhi.

Mengenai SDM pengelola Pusat Data terdiri atas enam elemen penting. Di antaranya pimpinan atau manajer TI, ahli Quality Control & Insurance, ahli Software Define Data Center, ahli Mekanikal, ahli Kelistrikan, dan Ahli Asset & Facility Management.

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada tahun 2018 terdapat sebanyak 2.700 pusat data (data center) yang ada di seluruh Indonesia. Namun, hanya tiga persen dari data center tersebut sudah membuat standar internasional dan memiliki potensi terjadinya data leaked (data bocor) sebesar 65 persen.

Saat ini, ada lebih dari 80 commercial data center di Indonesia dengan luas kurang lebih mencapai 185.000 meter persegi. Terdapat di lebih dari 20 provinsi dengan total presentase yang digunakan kurang dari 60 persen serta total investasi mencapai USD 500 juta atau berkisar Rp 7,1 triliun lebih.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Rian Alfianto

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads