alexametrics

Jelang Pensiun, Ini yang Bakal Dikerjakan oleh 4 Pimpinan KPK Lama

18 Desember 2019, 12:01:00 WIB

JawaPos.com – Empat pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2016-2019 bakal segera memasuki masa pensiun. Pada 20 Desember mendatang, komisioner KPK Jilid V yang dikomandoi Firli Bahuri akan menggantikan posisi pimpinan lembaga antirasuah.

Empat pimpinan yang akan pensiun itu yakni Agus Rahardjo, Laode M. Syarif, Basaria Panjaitan, dan Saut Situmorang menceritakan kegiatannya setelah purnatugas nanti.

Dalam laporan Kinerja KPK 2016-2019 kemarin, Saut berkelakar akan jalan-jalan ke Eropa bersama Basaria. “Pak Saut mau kemana? pulang ke rumah, nanti jalan-jalan ke Eropa sama Bu Basaria, hahaha,” ucap Saut di Gedung Penunjang KPK, Jakarta Selatan, Selasa (17/12).

Mantan staf ahli Badan Intelijen Negara (BIN) itu kemudian membenarkan maksudnya. Saut mengatakan akan membentuk semacam Dewan Inisiatif.

“Banyak saran bikin ini, bikin itu, tapi saya mau pakai kata inisiatif, inisiatif apa lah, karena inisiatif saya bisa ke Pak Laode, ke Pak Alex (Alexander Marwata),” terang Saut.

“Kaya Pak Laode kan nanti main di isu lingkungan, kalau inisiatif saya bisa bantu orang supaya jangan buang sampah sambarangan, bantu jaksa, polisi, ini inisiatif. Jadi xx inisiatif, apakah itu SS inisiatif,” sambungnya.

Sementara itu, Basaria mengaku tetap ingin menguatkan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK). Meski sudah pensiun dari kepolisian dan KPK, Basaria ingin terus menjalankan inovasi bentukan lembaga antirasuah itu.

“Saya kan sudah purnawirawan, di kita itu ada perkumpulan purnawirawan di seluruh Indonesia, termasuk purnawirawan para polisi wanita. Saya akan terus keliling (Indonesia) untuk memberi pemaparan soal SPAK ini,” ucap Basaria.

Pensiunan bintang dua polisi itu katanya juga bakalan menularkan SPAK kepada internal KPK, terkhusus pegawai wanita. “Dengan demikian nilai-nilai antikorupsi bisa berkembang juga melalui mereka secara masif,” ujar Basaria.

Sementara itu, Laode Syarif mengungkapkan, dirinya akan kembali menjadi pengajar. Karena sebelumya pernah menjadi dosen di Universitas Hasanuddin, Makassar.

“Saya ingin hidup seperti sebelum di KPK, mengajar, bikin program antikorupsi dan pembinaan hukum, bantu polisi, jaksa, KPK, dan Mahkamah Agung (MA),” tutur Syarif.

Syarif menggarisbawahi soal bantuannya ke MA. Ia mengatakan MA sangat membutuhkan bantuan dan mengharapkan MA kembali ke marwahnya, khusunya penanganan kasus-kasus korupsi.

Pasalnya dalam beberapa hari terakhir, MA terlalu sering memberikan Peninjauan Kembali (PK) kepada terdakwa koruptor.

“Bahkan di tingkat kasasi, tingkat kasasi itu sebenarnya kan menguji penerapan hukum bukan mempersoalkan fakta lagi. Ini masih persoalan fakta plus pengurangan hukuman sekarang,” ucap Syarif.

Terakhir, sang ketua Agus Rahardjo. Ia mengaku ingin bersantai setelah lepas dari KPK. Ia pun menturkan masih gamang untuk menentukan arah kegiatan ke depannya. Hanya saja Agus memastikan akan terus memperhatikan sektor pencegahan korupsi.

“Saya sama dengan Bu Basaria, jadi PNS sudah pensiun, jadi KPK sudah pensiun, kalau masih melamar ke sana ke mari kan rasanya enggak elok ya, kesempatan yang muda-muda ya. Jadi kami akan menjalani takdir saja lah,” pungkas Agus.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Muhammad Ridwan


Close Ads