JawaPos Radar | Iklan Jitu

Urus Visa Umrah Harus Rekam Biometrik, Ini Kendalanya

18 Desember 2018, 05:30:59 WIB
Urus Visa Umrah Harus Rekam Biometrik, Ini Kendalanya
Petugas Kemenag Jakarta sedang memverifikasi data untuk pembuatan visa jamaah haji. (FIRZAN SYAHRONI/JAWA POS)
Share this

JawaPos.com – Pengelola travel umrah di Indonesia sedang harap-harap cemas terhadap regulasi kewajiban rekam biometrik untuk pengurusan visa umrah. Sedianya penerapan perekaman biometrik untuk pengurusan visa umrah berlaku mulai Senin (17/12). Namun hingga kemarin belum ada tanda-tanda ketentuan baru tersebut diterapkan.

Peraturan dari pemerintah Arab Saudi itu sempat menuai polemik di Indonesia, karena dianggap merepotkan jamaah. Teknis perekamannya dilakukan oleh Visa Facilitation Service (VSF) Tasheel dan jaringannya yang tersebar di sejumlah kota besar di Indonesia.

Ketua Umum Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi menuturkan, memang benar bahwa kabar penerapan perekaman biometrik untuk pengurusan visa umrah diterapkan per 17 Desember 2018.

"Setidaknya sampai detik ini, saya belum mendengar ada penolakan (pengurusan visa umrah, Red) dari paspor yang belum ada biometriknya," katanya usai penandatanganan kerja sama dengan CIU Asuransi di Jakarta Senin (17/12).

Dia menjelaskan ada kemungkinan implementasi kewajiban perekaman biometrik tersebut ditunda. Sebab persiapan dan peraturannya terlalu cepat. Butuh waktu sosialiasi untuk penerapannya di Indonesia dengan kondisi geografis yang begitu luas.

Meskipun begitu Syam mengatakan akan terus memantau proses pengurusan visa. Khususnya terkait kebenaran implementasi pemberlakuan syarat wajib perekaman biometrik di VSF Tasheel.

"Paling tidak kalau memang mau diterapkan, kasih waktu sekitar dua bulan lah," katanya.

Dia berharap kebijakan tersebut tidak diterapkan dalam sebulan ini. Sebab pihak travel yang baru merekrut jamaah umrah, mengalami sejumlah kendala. Dia menegaskan urusan biaya perekaman biometrik bukan jadi persoalan.

Yang menjadi persoalan bagi Syam adalah mobilitas calon jamaah umrah. Dia mengatakan untuk calon jamaah umrah yang tinggal di kota besar, dan kebetulan ada perwakilan VSF Tasheel tentu tidak kesulitan. Tetapi bagi jamaah yang di pedalaman dan jauh dari pusat kota, butuh waktu dan biaya untuk kekota sekedar rekam biometrik.

Dia berharap selain ada perpanjangan waktu, perekaman biometrik bisa dilakukan saat jamaah akan terbang umrah. Jadi, bisa diterapkan di bandara-bandara titik keberangkatan. Dengan demikian visa umrah bisa dikeluarkan dahulu, tanpa harus ada perekaman biometrik.

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : (wan/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up