alexametrics

Tol Trans-Jawa Tersambung, Waktu Tempuh Libur Nataru Semakin Pendek

Sabtu Puncak Macet
18 Desember 2018, 10:35:25 WIB

JawaPos.com – Pemerintah optimistis pelayanan pada masa liburan Natal dan tahun baru (Nataru) lebih baik. Kementerian Perhubungan memperkirakan arus liburan akan mulai terasa pada akhir pekan ini atau tepatnya pada Sabtu (22/12).

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiadi mengungkapkan, untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan, pihaknya telah mengeluarkan larangan melintas pada truk bersumbu tiga atau lebih pada hari-hari tersebut.

“Dilarang melintas pada tanggal 21 sampai 22, kemudian tanggal 25, lalu pada tanggal 28 sampai 29, kemudian pada 1 Januari 2019,” katanya kepada Jawa Pos kemarin (17/12).

Tol Trans-Jawa Tersambung, Waktu Tempuh Libur Nataru Semakin Pendek
Truk melintas di tol Jakarta- Cikampek. Pada libur Nataru, truk dilarang melintas di jalan tol maupun non-tol. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Truk-truk itu dilarang melintas di beberapa jalur tol dan non-tol. Misalnya ruas tol Jakarta-Cikampek, Cikampek-Bandung, Jakarta-Merak, dan Bawen-Salatiga. Kemudian, untuk jalan nasional, di antaranya jalur Gilimanuk-Denpasar, Mojokerto-Caruban, serta Probolinggo-Malang. Larangan tersebut dikecualikan untuk truk pengangkut sembako dan BBM.

Budi mengatakan, masa tempuh perjalanan liburan akan semakin pendek dengan tersambungnya tol trans-Jawa dengan diresmikannya empat ruas baru Kamis (20/12). Secara umum kondisi kesiapan ruas tol tidak bermasalah. Hanya ada beberapa titik kecil yang perlu pengawasan ekstra. Yakni lokasi-lokasi jembatan overpass di atas jalan tol yang masih belum sepenuhnya jadi.

Karena belum jadi, lanjut Budi, masyarakat sekitar yang ingin menyeberang jalan tol mungkin menyeberang lewat bawah (badan jalan tol). Budi menyebutkan, salah satunya berada di Nganjuk di ruas tol Wilangan-Kertosono. “Kami sudah berkoordinasi dengan Polres Nganjuk. Nanti di situ ditempatkan personel untuk menjaga. Nanti masyarakat diarahkan untuk memutar,” jelasnya.

Untuk jalan nasional, imbuh Budi, belum ada problem signifikan. Hanya, kenaikan load jalan harus diantisipasi. Terutama jika ada pasar tumpah maupun kegiatan masyarakat. Kemenhub juga akan menyiapkan posko dan petugas di titik-titik penting. “Kurang lebih sama dengan periode mudik Lebaran lalu.”

Sementara itu, pengendara juga harus mewaspadai musim hujan. Dalam kondisi keadaan jalan licin, ada risiko kecelakaan. Budi mengatakan, pihaknya terus menggiatkan ramp check pada angkutan umum. Terutama bus. “Dari 44 ribu bus, yang sudah di-ramp check sekitar 22 ribu,” ungkapnya.

Pengecekan bus meliputi rem, lampu, kelaikan jalan, dan alat keselamatan lainnya. Ramp check dilakukan di pul ataupun secara acak di jalanan dan terminal-terminal.

Sementara itu, musim hujan juga membawa risiko longsor. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus bekerja untuk memetakan situasi di jalur-jalur perlintasan yang memiliki titik-titik rawan longsor. Kepala Bidang Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG Agus Budianto mengungkapkan, kawasan Jawa Barat yang mayoritas berkontur pegunungan memiliki sejumlah titik rawan longsor.

Agus lantas menyebutkan beberapa daerah kategori merah atau berisiko gerakan tanah tinggi. Antara lain Kota Bogor, Depok, jalur menuju Kabupaten Sukabumi terus ke Cianjur hingga Purwokerto, Kabupaten Bandung, Kota Bandung bagian utara, Kabupaten Bandung Barat, Cisewu, hingga Tasikmalaya.

Terus ke arah timur adalah Banjar, Pangandaran. Sementara jalur koridor tengah Jawa mulai Kuningan, Cirebon, Tegal, hingga Majalengka mesti diwaspadai. Di Jawa Tengah, daerah berisiko longsor tinggi mulai Kabupaten Purwokerto, Banjarnegara, Wonosobo, Cilacap, hingga Purworejo. “Di koridor tengah ini memang perbukitan. Banyak jalur perpotongan jalan dengan lereng dan tebing,” katanya.

Di Jawa Timur, jalur selatan perlu diwaspadai. Mulai Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Lumajang, Jember, hingga Banyuwangi. Juga jalur di wilayah kaki Gunung Raung, akses yang melewati jalur Gunung Gumitir (Banyuwangi), dan daerah Alas Malang Banyuwangi yang kemarin terkena banjir bandang.

PT Jasa Marga akan memberikan perhatian khusus atas lonjakan penggunaan jalan tol baru. BUMN tersebut merupakan pengelola sekitar 60 persen dari total tol trans-Jawa.

AVP Corporate Communications PT Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan, puncak arus liburan Nataru akan berlangsung pada hari Minggu. Dari perhitungan PT Jasa Marga, di gerbang tol Cikarang Utama akan terjadi lonjakan arus kendaraan sebesar 85 ribu dari jumlah normal 39 ribu kendaraan. “Ini naik sekitar 33 persen dari hari-hari normal.”

Untuk masa tahun baru, puncak arus liburan diprediksi terjadi mulai 28 Desember. Dengan perkiraan arus kendaraan mencapai 88 ribu dibanding hari normal 69 ribu atau naik sekitar 27 persen.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, gerbang tol Cikarang Utama akan mengaktifkan hingga 27 gate dibantu dengan beberapa mobile reader. Ada total 120 mobile reader yang disiapkan Jasa Marga dalam periode liburan ini.

Dari Merak sampai Grati, Pasuruan, jalan tol trans-Jawa yang siap digunakan mencapai 900 kilometer. Dengan 598 kilometer di antaranya dikelola Jasa Marga dan 393 kilometer sisanya dikelola berbagai perusahaan operator jalan tol. Baik BUMN maupun swasta.

Karena panjangnya jalan tol tersebut, Dwimawan mengimbau para pengemudi berhati-hati. Kendaraan dan sopir perlu disiapkan. Kondisi mesin harus prima. Saldo e-money dan bahan bakar harus cukup. “Setiap empat jam sopirnya harus istirahat. Biar fit,” tuturnya.

Dwimawan juga mengingatkan, tempat istirahat selama perjalanan di tol bukan hanya rest area. Para pengendara bisa keluar tol dan mampir ke kota-kota terdekat. Mencoba menjajal tempat-tempat menarik. Termasuk jajanan kulinernya.

Wapres Jusuf Kalla menyatakan, persiapan mobilitas masyarakat yang akan merayakan liburan Nataru jauh lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Mulai sarana dan prasarana jalan hingga moda transportasi. “Sekarang kan sudah banyak persiapan. Jalan raya maupun infrastruktur sudah perbaikan,” ujarnya.

JK memberikan perhatian lebih terhadap moda transportasi udara. Menurut dia, pesawat terbang kini lebih banyak diminati daripada kapal laut misalnya. Karena itu, maskapai-maskapai penerbangan diminta memperkuat dan meningkatkan pelayanan. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (tau/jun/c9/agm)



Close Ads
Tol Trans-Jawa Tersambung, Waktu Tempuh Libur Nataru Semakin Pendek