alexametrics

Mendagri Tito Sebut OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi yang Hebat

18 November 2019, 16:20:03 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan tugasnya dalam memberantas praktik  korupsi atau suap yang lainnya. Banyak kepala daerah yang telah menjadi pesakitan di lembaga antirasuah tersebut.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengatakan ada yang salah dalam pemilihan kepala daerah (pilkada). Sebab biaya yang sangat mahal dan memungkinkan para kepala daerah melakukan praktik korupsi.

Sehingga bagi Tito, adanya penangkapan para kepala daerah bukan sebuah prestasi. Karena masih ada saja kepala daerah yang terlibat korupsi.

“Kemudian politik biaya tinggi, kita untuk calon kepala daerah bagi saya yang mantan penegak hukum, OTT kepala daerah bukan prestasi yang hebat,” ujar Tito di kompleks parleman, Jakarta, Senin (18/11).

Menurut Tito adanya jual beli suara di kalangan masyarakat membuat si kepala daerah ingin ‘balik modal’ saat menjadi kepala daerah. “Karena sistem itu membuat dia balik modal. Jadi kita sudah menciptakan Sistem yang membuat kepala daerah itu tetap korupsi,” katanya.

‎Oleh sebab itu mantan Kapolri ini menilai perlu adanya evaluasi dari pilkada serentak bagi kepala daerah. ‎Sebab apabila masih adanya jual beli suara. Maka praktik korupsi di kalangan kepala daerah akan terus ada.

“Ada dampak negatif dari pilkada langsung. Sehingga usulan yang saya sampaikan adalah, bukan untuk kembali ke A atau ke B, tetapi adakan evaluasi,” pungkasnya.

Sekadar informasi, ‎kebanyakan perkara korupsi yang melibatkan kepala daerah berupa suap dan gratifikasi. Berdasarkan data, ada 81 kasus suap dan gratifikasi selama 2004-2019. Perkara korupsi lain yang juga banyak adalah penyalahgunaan anggaran dan pengadaan barang atau jasa, masing-masing sebanyak 27 dan 13 perkara.‎

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads