JawaPos Radar | Iklan Jitu

Gelar Wayangan, MPR Sosialisasi 4 Pilar di Muara Enim

18 November 2018, 16:45:11 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Edhy Prabowo
Anggota MPR fraksi Gerindra Edhy Prabowo saat menyampaikan sambutan di depan masyarakat Lawang Kidul, Muara Enim, Sumsel. (MPR)
Share this

JawaPos.com - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) kembali menggelar pementasan wayang kulit di Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Acara itu digelar dalam rangka menyosialisasikan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NRKI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Hadir juga anggota MPR dari Fraksi Partai Gerindra Edhy Prabowo, Kepala Bagian Pemberitaan, Hubungan Antar Lembaga dan Layanan Informasi Biro Humas MPR Muhamad Jaya, serta Kepala Kesbangpol Muara Enim Andi Wijaya dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan Kartika Sandra Desi. 

Dalam sambutannua, Edhy mengakui wayang kulit bukan kesenian dari Muara Enim meski demikian hal itu tak menjadi masalah untuk menghibur dan mensosialisasikan Empat Pilar kepada masyarakat di sana.

“Warga di sini juga banyak kok yang menyukai wayang kulit," ungkapnya, Minggu, (17/11).

Di Sumatera Selatan, menurut pria asli Muara Enim itu, kesenian khas Jawa tak hanya wayang kulit yang digemari. Tapi juga ada Reog Ponorogo. “Saya telah bertemu dengan banyak Paguyuban Reog Ponorogo di Sumatera Selatan”, ungkapnya.

Namun yang Paling penting bagi Edhy adalah proses menjalin silaturahmi dengan semua kalangan masyarakat lewat Sosialisasi Empat Pilar.

“Karena itu acara ini akan rutin digelar oleh MPR”, tuturnya.

Sebab, sosialisasi nilai-nilai luhur bangsa perlu disegarkan kembali kepada masyarakat sebab banyak tantangan dan ancaman yang menghadang bangsa Indonesia. "Empat Pilar tak hanya perlu diingat namun juga harus diimplementasikan dalam keseharian," ujarnya.

Selepas pemaparan Empat Pilar dan sebelum pertunjukan dimulai, Edhy Prabowo menyerahkan sosok lakon wayang kepada dalang Ki Purwoko Purwo Pandoyo. Dalang dari Lubuk Linggau. “Penyerahan sosok lakon ini sebagai tanda pagelaran dimulai," ujarnya.

Pada malam itu pertunjukan wayang dengan lakon ‘Sekar Mbangun Jiwo’. Lakon ini menceritakan perebutan kekuasaan di Kerajaan Astina antara Pandawa dan Kurawa. Perebutan ini bahkan melibatkan sosok-sosok besar seperti Semar dan Brahmana.

Namun, berkat nasehat dan pitutur Semar, akhirnya kelompok yang memperjuangkan kebenaran dan keadilan, yakni Pandawa, kemenangan itu bisa diraihnya.  

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up