JawaPos Radar | Iklan Jitu

Cak Imin: Kepseknya Suka Menggoda, Malah Bu Nuril yang Dipenjara

18 November 2018, 14:49:52 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Baiq Nuril
Baiq Nuril Maknun memeluk anaknya di kediamannya di Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, kemarin (15/11). Kasus ini tidak hanya mengancam Nuril masuk ke penjara, namun ikut menyeret anak anaknya menjadi korban. ((IVAN/ LOMBOK POST/Jawa Pos Grou))
Share this

JawaPos.com - Kasus hukum yang saat ini menimpa Baiq Nuril menuai sorotan sejumlah pihak. Karena dianggap mencederai rasa keadilan di masyarakat.

Karena itu, Wakil Ketua MPR RI Abdul Muhaimin Iskandar mendesak agar Nuril dibebaskan dari segala tuntutan hukum. Karena apa yang dilakukannya agar dirinya terhindar dari fitnah.

“Dia merekam semua itu kan supaya terhindar dari fitnah. Dia punya anak yang masih menyusu, punya suami. Atasannya yang selalu menggoda, kok malah Bu Nuril yang dihukum. Ini mencederai rasa keadilan masyarakat,” kata pria yang akrab Cak Imin itu, (17/11).

Meskipun, Pada bagian lain Cak Imin juga menyatakan dirinya tidak punya niat untuk mencampuri proses hukum yang saat ini berjalan. Karena, kekuasaan judikatif harus bersih dari intervensi pihak mana pun.

Namun Cak Imin juga meminta kasus Ibu Nuril dilihat secara proporsional dan memenuhi rasa keadilan. Karena kasus ini lahir dari relasi kuasa antara pimpinannya dengan Ibu Nuril.

"Dia merekam semua pembicaraan itu supaya ada bukti bahwa dia tidak selingkuh. Ini niatnya supaya tidak terjadi fitnah kepada dirinya. Kok malah dia yang dihukum,” sambung Cak Imin.

Seperti yang ramai diketahui, Baiq Nuril merekam percakapannya dengan Kepala Sekolah berinisial M, yang notabene adalah atasan Baiq Nuril di SMA 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat. Percakapan tersebut ditengarai berisi cerita mesum dari Kepsek M.

Tindakan perekaman ini mengakibatkan Nuril dipecat dari tempatnya bekerja. Nuril juga dilaporkan ke Kepolisian karena dianggap menyebarkan rekaman percakapannya dengan Kepsek M.

Di persidangan Baiq Nuril mengaku perekaman pembicaraan tersebut dimaksudkan untuk menjaga keutuhan rumah tangganya, serta untuk melindungi dirinya karena merasa dilecehkan secara seksual.

“Ini yang saya maksud bahwa Ibu Nuril korban dari relasi kuasa. Dia merekam pembicaraan untuk melindungi dirinya dari fitnah. Lalu dia dipecat, dilaporkan, dan sekarang mau dihukum. Rasa keadilannya tidak ada,” sambung Cak Imin.

Cak Imin berharap segera ada upaya hukum untuk memastikan Baiq Nuril tidak ditahan. Menurutnya, pelecehan seksual yang dialami oleh Ibu Nuril adalah bukti dari relasi kuasa yang menempatkan Ibu Nuril pada posisi tidak berkuasa ketika peristiwa itu terjadi.

“Saya tidak ingin mencampuri proses hukum yang berlangsung. Kalau menggunakan UU ITE, sebaiknya dicek lagi tujuan dari perekaman itu. Saya minta jangan penjarakan dia. Kita harus menjamin rasa keadilan masyarakat,” kata Cak Imin. 

(jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up