alexametrics

Dana BOS Naik Rp 4,47 Triliun, Sekolah Diminta Lebih Transparan

18 September 2019, 21:30:02 WIB

JawaPos.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta sekolah lebih transparan dalam pengelolaan dana bantuan operasional sekolah (BOS). Apalagi tahun depan alokasi dana BOS naik lumayan besar, yakni mencapai Rp 4,47 triliun.

Pemerintah memperkirakan tahun ini serapan dana BOS sebesar Rp 49,84 triliun. Sementara alokasi dana BOS tahun depan naik mencapai Rp 54,31 triliun.

Dana BOS ini merupakan bagian dari alokasi dana pendidikan yang mencapai Rp 505,8 triliun. Dana BOS tersebut dialokasikan untuk 54,6 juta siswa.

Dengan adanya kucuran dana BOS yang cukup besar itu, Kemendikbud berharap sekolah lebih transparan kepada masyarakat terkait pemanfaatan dana BOS. Seruan transparansi sekolah dalam pengelolaan dana BOS ini disampaikan Staf Ahli Mendikbud bidang Inovasi dan Daya Saing Ananto Kusuma Seta.

“Kalau bisa sekolah setiap tahun anggaran baru, terima dana BOS (laporannya, Red) ditempel di tembok sekolah,” katanya usai membuka pameran Global Educational Supplies & Solutions (GESS) Indonesia 2019 di Jakarta, Rabu (18/9).

Dia menjelaskan keterbukaan informasi terkait pengelolaan dana BOS itu penting, untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, selaku pengguna lembaga pendidikan. Dia berharap guru dan kepala sekolah meningkatkan moralitasnya supaya tidak ada lagi kasus penyelewengan dana BOS.

Kemendikbud berharap keterlibatan masyarakat dalam pengawasan anggaran di sekolah semakin kuat. Supaya pengawasan tidak melulu oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikbud. Menurut Ananto keberadaan komite sekolah bisa menjadi salah satu titik masuk dimulainya era keterbukaan publik dalam pengeloaan dana sekolah.

“Komite sekolah harus melibatkan tokoh masyarakat dari segala macam (unsur, Red),” jelasnya.

Ananto menuturkan sesuai dengan ketentuan pembentukan komite sekolah yang baru, anggotanya harus mewakili masyarakat. Sehingga tidak ada lagi tudingan bahwa komite sekolah itu adalah tangan kanannya kepala sekolah.

Ananto lantas mengingatkan peruntukan dana BOS di antaranya adalah untuk pelatihan guru, dan penyediaan buku-buku pelajaran. Dia juga menjelaskan penyediaan gadget untuk penunjang pembelajaran di sekolah juga bisa dialokasikan dari dana BOS.

“Itu bagian dari peningkatan kualitas pendidikan,” katanya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Hilmi Setiawan



Close Ads