alexametrics

Angka Kemiskinan Ditargetkan Turun Hingga 8,5 Persen

18 September 2019, 22:42:42 WIB

JawaPos.com – Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang optimistis, angka kemiskinan dapat kembali turun tahun depan. Optimisme ini menyusul kenaikan dana bantuan sosial (bansos) di lapangan. Ditargetkan, angka kemiskinan turun hingga 8,5 persen.

“Tahun ini 9,0 persen. Tahun depan kita targetkan turun sampai 8,5 persen,” ujarnya ditemui dalam peluncuran E-PKH di Jakarta, Rabu (18/9).

Dana bantuan sosial naik sekitar Rp 3 triliun di tahun depan. Kenaikan tersebut turut membuat perubahan dalam sejumlah program, salah satunya Program Keluarga Harapan (PKH).

Ada penyesuaian pada komponen ibu hamil dan komponen anak usia dini. Di mana, mereka yang biasanya menerima Rp 2,4 juta jadi Rp 3 juta per tahun depan. Bantuan ini di luar bantuan reguler, di mana setiap keluarga penerima manfaat (KPM) menerima Rp 1,5 juta per tahun. Saat ini, ada 10 juta KPM PKH tersebut.

Dari bantuan tersebut, banyak masyarakat miskin terbantu. Setiap tahunnya, ada yang graduasi karena sudah dinyatakan berhasil mandiri alias tidak miskin lagi.

“Tahun ini target graduasi 800 ribu atau 8 persen dari KPM. Tahun depan, ditargetkan 10 persen atau 1 juta KPM,” tegasnya.

Karena itu, butuh proses verifikasi dan validasi cepat. Untuk memfasilitasi hal itu, Kemensos menginisiasi aplikasi E-PKH. Melalui aplikasi ini, koordinator PKH bisa lebih cepat update data ketika ada perubahan di lapangan.

Misalnya, ketika KPM yang tadinya memiliki anak usia sekolah dasar (SD) lalu bulan depan sudah naik tingkat. Sehingga, ada perubahan baru terkait besaran bantuan komponen yang diberikan.

Sebagai informasi, bagi KPM yang memiliki anak sekolah SD diberikan tambahan bantuan sebesar Rp 900 ribu. Sementara, anak yang duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar Rp 1,5 juta.

“Nah ini kan sangat dinamis ya. Dinamika terhadap bantuan itu bisa secara otomatis ter-update lewat aplikasi ini. Jadi, semakin tepat sasaran,” papar Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut.

Lalu, ada pula bantuan pangan nontunai (BPNT). Tahun depan, besarannya baik menjadi Rp 150 ribu per bulan dari sebelumnya Rp 110 ribu per bulan per KPM. Besaran ini dikirim nontunai ke masing-masing rekening KPM.

Nah, selain besaran, ada fleksibilitas lebih yang diberikan. KPM tak hanya bisa berbelanja telur dan beras di e-warung. Tapi, ada sejumlah tambahan item lainnya. Sehingga, masyarakat miskin bisa lebih mudah dalam berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat menambahkan, e-PKH juga dapat meningkatkan pengawasan implementasi PKH. “Apakah program berjalan? Apakah koordinator PKH kerja dengan baik? Semua bisa diawasi,” ungkapnya.

Editor : Estu Suryowati



Close Ads