JawaPos Radar

JK: Konstitusi Sesuatu Hal yang Dinamis, Dapat Berubah Sesuai Zaman

18/08/2018, 15:52 WIB | Editor: Kuswandi
Jusuf Kalla
Wapres Muhammad Jusuf Kalla (Juneka/ Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memandang konstitusi sebagai sesuatu hal yang dinamis, dapat berubah bergantung perkembangan zaman. Namun prinsip dasar konstitusi tetap harus dipegang teguh demi kemajuan bangsa lebih baik.

Hal tersebut disampaikan JK dalam sambutannya di acara peringatan hari konstitusi dengan tema "Konstitusi Menjawab Tantangan Zaman" dan Sarasehan Nasional bertema "Memperkuat Status Hukum Ketetapan MPRS dan MPR dalam Sistem Hukum Indonesia".

"Prinsip dasar dari Konstitusi ini, yang pada dasarnya melindungi semua warga, dan menciptakan keadilan, pemerataan ekonomi dan mencerdaskan kehidupan bangsa, mensejahterakan bangsa, dan ikut berperan aktif dalam menjaga perdamaian dunia. Namun, konstitusi yang dinamis, tentu juga mengalami banyak perubahan-perubahan dan perkembangan," ujarnya, di Gedung MPR, Senayan, Jakarta, Sabtu (18/8).

JK mengatakan, sudah 73 tahun negara ini merdeka. Maka sudah sebanyak 4 kali perubahan kontitusi yang disesuaikan dengan perkembangan demi kemajuan bangsa, termasuk politik bangsa.

"Selama 73 tahun merdeka kita mengalami empat kali konstitusi yang dijalankan bangsa ini. Jadi hal ini menjadikan suatu pengertian, bahwa konstitusi yang dinamis dan hidup, yang dapat menyesuaikan perkembangan dan kemajuan bangsa ini, perkembangan politik bangsa," jelasnya.

"Amerika telah melakukan amandemen undang-undang konstitusinya beberapa kali, India juga, Thailand tiap 5 tahun konstitusinya, kita bersyukur tidak seperti itu," sambungnya.

Perubahan yang berkali-kali dilakukan bukan tanpa alasan yang jelas, tetapi hal ini menyangkut hal yang dibutuhkan negara. Salah satu bentuk konstitusi yang dinamis mengikuti perkembangan zaman ialah ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Setelah berkali-kali perubahan itu, bahwa undang-undang itu tahun dasar 45, yang kemudian telah beberapa kali amandemen, apa ke depan yang sangat dinamis, dan menjadi bagian dari hal tersebut, peranan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat penting," imbuhnya.

Karena pesatnya teknologi dan ilmu pengetahuan yang berkembang di masa sekarang, jangan sampai membuat bangsa terpecah. Untuk itu konstitusi yang membuat kita tetap bersatu.

"Perkembangan bangsa banyak terpecah, kita tetap bersatu karena konstitusi ini. Bagaimana memperkuat konstitusi kita, unsur konstitusi bangsa yang menjadi harapan bangsa, untuk dasar yang kuat, dan tercermin dalam konstitusi kita," tukasnya.

Dengan adanya peringatan hari Konstitusi ini, maka sebagai evaluasi bahwa konstitusi kita tetap pada tatanannya. Jangan sampai konstitusi seperti bangsa lain yang sudah berubah menjadi bebas liberal.

"Peringatan ini bukan hanya tentunya suatu peringatan, tapi evaluasi akan yang terjadi dan menanggapi hal-hal tersebut. Banyak bangsa ini telah berubah. Prinsip dasar telah berubah, bebas liberal," tutupnya.

Dalam acara ini, turut hadir beberapa penyelenggara negara seperti anggota DPR dari fraksi PPP Arsul Sani, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dan Ketua DPD Oesman Sapta Odang.

Selain itu ada juga Menkum HAM Yasonna Laoly, Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman. Tak hanya itu, ada juga Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali, Ketua Komisi Yudisial Jaja Ahmad Jayus, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Ketua MPR Zulkifli Hasan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up