JawaPos Radar

Biar Tak Menumpuk di Rak, Ini Tiga Pesan Menag Lukman untuk Peneliti

18/07/2018, 20:56 WIB | Editor: Imam Solehudin
Menteri Agama
Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin meminta riset atau penelitian harus memiliki nilai kemanfaatan. (Dok.JawaPos)
Share this image

JawaPos.com - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin secara resmi membuka gelaran Annual Conference on Research Proposal (ACRP) 2018 di Bogor Rabu (18/7). Di hadapan 800 lebih peneliti yang proposalnya masuk penilaian akhir, Lukman berpesan tiga hal utama.

Menteri yang akhirnya memutuskan maju jadi calon legislatif (caleg) dari PPP itu mengatakan, riset atau penelitian harus memiliki nilai kemanfaatan. Baik itu kemanfaatan untuk kampus masing-masing, Kemenag, maupun pemerintah secara umum.

"Jangan ada penelitian yang tak dirasakan manfaatnya," katanya.

Kemudian penelitian atau riset harus memiliki relevansi atau keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat, negara, bahkan dunia. Dia berharap ada keterkaitan yang erat antara sebuah judul atau tema penelitian, dengan kebutuhan masyarakat.

Lebih jauh lagi, sebuah riset bisa dijadikan landasan sebagai pengambilan kebijakan oleh pemerintah.

Selanjutnya Lukman mengatakan sebuah penelitian harus berkualitas. Jika tiga kriteria itu dipenuhi, maka dana riset bisa dirasakan manfaatnya. Dia mengatakan banyak contoh hasil riset yang selesai begitu saja. Tidak ada tindak lanjut konkritnya.

"Hanya hasilkan laporan penelitian. Mengisi rak buku atau tumpukan arsip," jelasnya.

Lukman mengatakan sempat membaca buku kumpulan judul-judul proposal riset ACRP 2018. Dia berpikir ada yang perlu ditelaah ulang. Sebab belum mengarah pada penelitian riil dan dibutuhkan.

Dia mencontohkan saat ini perlu sebuah riset untuk mengetahui bagaimana generasi millenial saat ini memandang perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN). Kemudian apa keinginan generasi sekarang kepada kampus PTKIN atau Kemenag pada umumnya.

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan ada 1.967 judul proposal yang masuk. Kemudian setelah seleksi awal, dikepras jadi 1.490 judul.

Kemudian ada 984 judul proposal layak masuk penilaian oleh tim reviewer. "Akan diputuskan 881 proposal yang didanai," pungkasnya sembari menambahkan kalau. total dana yang disiapkan Rp 45,7 miliar.

(wan/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up