alexametrics

Tsunami Covid-19 Mengamuk, Legislator PDIP Minta PSBB Diberlakukan

18 Juni 2021, 16:29:24 WIB

JawaPos.com – Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris mengaku prihatin dengan semakin tingginya angka penularan Covid-19 di dalam negeri. Kejadian ini setelah masyarakat nekat mudik pada Hari Raya Idul Fitri 2021.

Menurut Charles, tingginya penularan Covid-19 tersebut berimbas kepada angka keterisian tempat tidur (bed occupancy rate atau BOR) fasilitas kesehatan (faskes) di hampir seluruh provinsi di Pulau Jawa sudah di atas batas WHO yakni sebesar 60 persen.

“Bahkan, di DKI Jakarta, BOR nyaris menyentuh angka 80 persen. Bayangkan bagaimana jika faskes di pulau tempat lebih dari separuh populasi nasional menghuni ini kolaps?,” ujar Charles kepada wartawan, Jumat (18/6).

Legislator Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menambahkan, sementara fakta di lapangan, tanda-tanda faskes kolaps semakin nyata di depan mata. Seperti antrean pasien mengular masuk rumah sakit (RS), ada pula yang ditolak karena RS penuh, bahkan ada yang meninggal dunia dalam perjalanan karena tidak kunjung mendapat RS rujukan. “Di sisi lain, para tenaga kesehatan keketeran karena lonjakan pasien yang tak terkira,” katanya.

Melihat data dan fakta tersebut, Charles berujar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro atau PPKM mikro yang diberlakukan sekarang tidak cukup merespons kedaruratan penularan Covid-19 saat ini. “Apalagi dengan jumlah tes dan lacak yang minim di beberapa daerah, PPKM Mikro menjadi tidak efektif. Apalah arti zonasi warna, jika tes dan lacak minim?,” katanya. “Bayangkan saja, di DKI Jakarta yang jumlah tes dan lacaknya terbilang tinggi dibanding daerah lain, kesenjangan antara jumlah orang yang terinfeksi Covid-19 dengan jumlah yang dilaporkan sangat jomplang,” tambahnya.

Charles berujar, merujuk dari Survei seroprevalensi oleh Centre for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) di Jakarta menyebutkan jumlah orang yang benar-benar terinfeksi ternyata 12 kali lebih tinggi dari apa yang dilaporkan atau tercatat. “Kondisi yang terjadi saat ini bukan hanya mengkhawatirkan, tapi sudah mengerikan,” katanya.

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Gunawan Wibisono

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads