alexametrics

Aksi Massa di Sekitar MK Mendadak Berubah Mistis

18 Juni 2019, 15:42:53 WIB

JawaPos.com – Jalan Medan Merdeka Barat Jakarta, atau tepatnya di dekat gedung Mahkamah Konstitusi (MK) mendadak berubah mistis. Bau kemenyan tercium di udara, ditambah adanya aksi sejumlah orang menabur kembang 7 rupa membuat semakin mengerikan.

Usut punya usut, ternyata sejumlah orang ini menamakan diri sebagai Gerakan Pengusir Setan (GPS). Mereka berasal dari sejumlah mahasiswa yang sengaja menggelar aksi teaterikal di tengah sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU).

Dalam aksinya, mereka turut membawa boneka jelangkung dan sejumlah spanduk bertuliskan, ‘Gerakan Pengusir Setan. Mengusir Setan di lingkungkan Mahkamah Konstitusi. MK harus bersih dari ganguan setan-setan perusak demokrasi’.

Dalam aksi teatrikalnya terlihat ada dua orang yang wajah dicat merah berjalan merangkak. Mereka diibaratkan sebagai setan yang mengganggu. Kemudian massa lainnya membacakan ayat suci Alquran sebagai cara mengusir setan. Aksi semakin menyakinkan dengan iringan narasi dari orator.

“Kelompok gelap yang tidak kita ketahui kita harus usir semuanya. Mereka adalah lingkaran gelap yang selalu menggagu negeri ini,” kata seorang laki-laki yang menjadi orator.

Akibat aksi ini, sempat terjadi sedikit ketegangan dengan kelompok massa Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) yang juga menggelar aksi massa. Salah satu massa GNKR yang merasa terganggu keluar dari kerumunan dan meminta GSP mundur dari seputaran Patung Kuda Arjuna Wiwaha.

Pria bermasker itu juga sempat mengacungkan jari telunjuk dan jempol persis lambang pendukung paslon 02 Prabowo-Sandi. “Setan mana yang kalian maksud?!” teriak pria itu.

Teriakan itu membuat orator dari GSP memberi respon. Dia membalas pernyataan pria bermasker tersebut dengan sindiran. “Kalau ada yang sakit hati atau tersinggung mungkin itu setan,” ucap orator itu.

Namun, tidak terjadi ada percekcokam lebih lanjut, maupun kerusuhan. Aksi GSP bisa tetap berjalan sekitar 40 menit, hingga akhirnya membubarkan diri. Massa GNKR pun terus melanjutkan orasinya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan