alexametrics

Efek Samping dari Vaksin Nusantara Jadi Tanggung Jawab Peneliti

18 April 2021, 10:27:18 WIB

JawaPos.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah menegaskan bahwa Vaksin Nusantara belum bisa dilanjutkan karena fase I dianggap tak memenuhi kaidah ilmiah. Maka, jika uji klinis vaksin nusantara tetap dilanjutkan, semua hal termasuk efek samping pada subjek akan menjadi tanggung jawab peneliti.

Ahli dan Kepala Lembaga Biomolekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio menjelaskan, ketika penelitian akan dimulai, maka peneliti akan mengajukan proposal yang ada protokolnya. Dan para peneliti sendiri yang mengusulkan untuk mengevaluasi keberhasilan suatu pengobatan termasuk vaksin, apa saja yang akan diukur.

“Itu bisa beda-beda tergantung protokolnya dan apa yang sedang diteliti. Itu semua akan tertulis di protokol dan disepakati antara peneliti dengan BPOM, dengan komisi etik pasti sudah disepakati. Dan semua harus mengacu pada dokumen yang sama. Saya sendiri tidak membaca dokumennya, tapi kalau misalnya itu sudah ditulis dalam protokol, pasti evaluator atau asesor akan mengacu pada dokumen. Tidak akan keluar dari situ,” katanya dalam webinar, Sabtu (17/4).

Baca Juga: Biasa Digunakan Untuk Terapi Kanker, Biaya Sel Dendritik Cukup Tinggi

“Dan sepengetahuan saya BPOM tidak memberhentikan penelitian, tapi fase kedua belum bisa diteruskan, atau fase kedua bisa diteruskan jika persyaratan yang diminta sudah dipenuhi,” tambahnya.

Lalu jika ada efek samping, menurut Prof Amin semuanya harus kembali ke protokolnya. Di dalam laporan protokol akan disampaikan bagaimana cara merekrut subjek, syaratnya apa saja, dan apakah ada kriteria inklusi dan eksklusi.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads