alexametrics

79 Orang Tewas dan 43 Hilang Akibat Banjir Bandang Sentani

18 Maret 2019, 16:47:03 WIB

JawaPos.com – Jumlah korban banjir bandang yang menerjang Sentani, Jayapura, Papua terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Senin (18/3) pukul 15.00 WIB, 79 orang dinyatakan meninggal dunia dan 43 orang belum ditemukan.

“72 jiwa korban meninggal teridentifikasi di Kabupaten Jayapura, sisanya berada di Kota Jayapura. Terkait dengan korban hilang, 34 jiwa diidentifikasi di Kampung Milimik Sentani, enam di Komplek Perumahan Inauli Advent dan tiga di Doyo Baru,” ujar Kapusdatinmas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Senin (18/3).

Sementara itu, 4.728 jiwa mengungsi di enam titik pos penampungan. Jumlah penyintas terbesar, yaitu 1.450 jiwa, terdapat di BTN Gajah Mada.

Kelima pos penampungan yang lain berlokasi di Posko Induk Gunung Merah menampung 1.273 jiwa, BTN Bintang Timur 600 jiwa, Sekolah HIS Sentani 400 jiwa, SIL Sentani 300 jiwa, dan Doyo Baru 203 jiwa.

Ada 11.725 keluarga terdampak akibat banjir bandang yang dipicu oleh hujan ekstrem yang berlangsung selama 7 jam tersebut. “Upaya penanganan pemerintah daerah setempat telah dilakukan sejak hari pertama pascabanjir bandang,” tegas dia.

Diketahui, banjir bandang itu menerjang sembilan kelurahan dengan tiga kelurahan yang mengalami kerusakan parah antara lain Dobonsolo, Doyo Baru dan Hinekombe. Kesembilan kelurahan yang terdampak adalah Kelurahan Dobonsolo, Hinekombe, Hobong, Ifale, Ifar Besar, Keheran, Sentani Kota, Sereh, dan Yobhe.

Banjir juga menyebabkan rumah rusak berat 350 unit dan rumah terendam di BTN Bintang Timur Sentani 211 unit. Sejumlah fasilitas umum juga mengalami rusak berat, yaitu sekolah 8 unit, tempat ibadah 3 unit, drainase 8 unit, dan jembatan 3 unit.

Editor : Kuswandi

Reporter : Yesika Dinta

Copy Editor :

79 Orang Tewas dan 43 Hilang Akibat Banjir Bandang Sentani