alexametrics

Saksi Mata Heran Novel Baswedan Dituding Rekayasa Penyiraman Air Keras

17 November 2019, 17:13:00 WIB

JawaPos.com – Tetangga yang juga saksi mata kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, Yasri Yudha Yahya memastikan peristiwa yang dialami Novel Baswedan bukan rekayasa. Menurutnya, tidak lama terkena sejumlah orang yang mendengar teriakan Novel langsung melakukan evakuasi.

“Yang perlu anda ketahui, bahwa mukanya pada saat itu karena warga dengan cepat, dengan sigap, ketika ada teriakan saudara Novel pada saat tersiram itu, langsung memberikan pertolongan pertama di tempat wudu masjid, dengan menyiramkan mukanya itu beberapa kali sebelum kami evakuasi,” kata Yudha di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (17/11).

“Saya sendiri orang yang tahu persis, bagaimana kondisi matanya, bagaimana kondisi mukanya pada saat itu,” sambungnya.

Yudha yang juga tinggal di Jalan Deposito, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara itu menyebut tidak ada rekayasa dalam peristiwa Novel Baswedan. Menurutnya, tak lama setelah kejadian mata Novel langsung memutih, bahkan cacat hingga saat ini.

“Matanya semuanya putih, kira-kira orang mau enggak merekayasa kejadian untuk merusak matanya sendiri? Yang sampai dengan saat ini anda lihat bahwa Novel sudah cacat seumur hidup. Coba kira-kira wajar enggak kalau dia dibilang merekayasa kejadian itu,” sesal Yudha.

Yudha merasa heran atas tuduhan yang dilayangkan politikus PDI Perjuangan Dewi Tanjung yang menuding kasus tersebut rekayasa. Padahal kasus tersebut telah membuat mata Novel cacat.

“Kok masih dituduh merekayasa, kan benar-benar membuat saya, mohon maaf ya, saya selaku warga dan sebagai pelapor juga pada saat itu, merasa prihatin kenapa sih kok masih ada orang yang dengan teganya menyampaikan hal semacam itu terhadap Novel Baswedan, bahwa peristiwa penyiraman itu sebuah rekayasa,” sesalnya.

Sebelumnya, Yudha bersama tim kuasa hukum Novel Baswedan telah melaporkan politikus PDI Perjuangan Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya. Laporan itu termuat dalam laporan polisi nomor LP/7408/XI/2019/Dit.Reskrimum tertanggal 17 November 2019.

Tim kuasa hukum Novel, Muhammad Andi Rizaldi menyatakan, pihaknya melaporkan Dewi Tanjung terkait pelaporan bohong. Hal ini tertuang dalam Pasal 220 KUHP.

“Pelaporan ini terkait pengaduan palsu, Pasal 220 KUHP. Jadi kalau soal pembuktiannya sendiri mungkin dari pasal pemidanaan itu sudah jelas ya, bahwa barang siapa seseorang yang mengajukan pengaduan bahwa diketahui hal itu merupakan bukan tindak pidana maka dia dapat dijerat terkait dengan pengaduan palsu,” jelas Andi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (17/11).

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads