alexametrics

Hasil Kerja 14 Hari, TGPF Papua Periksa 42 Orang Saksi

17 Oktober 2020, 16:21:00 WIB

JawaPos.com – Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya telah selesai melakukan investigasi lapangan terkait kasus penembakan di Intan Jaya, Papua. Hasil kerja selama 14 hari, tim berhasil mewawancarai 42 orang saksi.

“Setelah kami tim semua berkumpul dan masing-masing melaporkan, tentang siapa saja yang diwawancara sudah ada 40 saksi, ditambah dari Pak Sugeng, yang perorangan 2,” kata Ketua TGPF Intan Jaya, Benny Mamoto kepada wartawan Sabtu (17/10).

Saksi-saksi tersebut merupakan orang-orang terdekat yang mengetahui peristiwa penembakan dan melihat langsung jenazah korban. Seperti istri korban maupun keluarga korban.

“Orang-orang yang di Hitadipa yang menolong dan membawa korban sampai pemakaman, itu semua sudah kami periksa,” imbuhnya.

Ada pula anggota TNI yang dimintai keterangan sekitar 16 orang. “Kemudian kami di Sugapa perlu bertemu dengan penyidik, Dirkrimum dan juga beberapa saksi yang ada di Hitadipa. Tapi saat itu dia tinggal di Sugapa,” kata Benny.

Ketua Kompolnas itu menilai hasil kerja di lapangan sudah maksimal. Informasi yang didapat selanjutnya akan diserahkan ke Menko Polhukam Mahfud MD selaku penanggung jawab TGPF.

“Jadi, kalau dari sisi jumlah dengan waktu yang singkat, dengan itu kami merasa sudah maksimal. Informasi signifikan nanti Pak Menko yang sampaikan,” pungkas Benny.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus tewasnya 2 anggota TNI, satu warga sipil, dan satu pendeta di Intan Jaya, Papua. Tim sudah mulai bekerja sejak 1 Oktober 2020.

“Kami bentuk Tim Gabungan Pencari Fakta atau TGPF kasus Intan Jaya dengan nomor keputusan 83 tahun 2020,” kata Mahfud, Jumat (2/10).

Mahfud mengatakan, TGPF terdiri dari 30 orang yang berasal dari berbagai latar belakang. Mereka dibagi dalam dua kelompok besar, yakni Tim Pengarah berjumlah 11 orang dan Investigasi Lapangan Sebanyak 18 anggota. Sedangkan Mahfud sendiri berperan sebagai penanggung jawab tim.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads