alexametrics

Pantau Gempa Susulan, 11 Seismograf Dipasang di Maluku

17 Oktober 2019, 16:15:06 WIB

JawaPos.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berencana memasang 11 seismograf di kawasan Maluku. Dalam pemasangan itu, BNPB menggandeng Instutut Teknologi Bandung (ITB) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Pemasangan seismograf diharapkan mampu menjawab kenapa terjadi ribuan gempa susulan pascagempa 6,5 M pada 26 September 2019 lalu. Selain itu menjadi solusi bagaimana implikasi kesiapsiagaan dan mitigasi untuj masa depan.

Ke-11 seismograf itu akan dipasang di sejumlah lokasi, meliputi Ambon sebanyak 4 unit, Haruku 1 unit, Saparua 2 unit dan Seram 4 unit. Rencana itu sudah dibahas antara Kodam, BNPB, BPBD Provinsi Maluku dan BMKG, Kamis (17/10).

“Pemasangan alat akan dilakukan BMKG, ITB dan tim teknis Kodam Pattimura besok sampai 10 hari ke depan,” ungkap Kasdam XVII/Pattimura Brigjen TNI Asep Setia Gunawan lewat keterangan tertulisnya, Kamis (17/10).

Asep menambahkan satu personel babinsa bertanggung jawab terhadap setiap titik koordinat rencana pemasangan seismograf kepada Koramil dan Kodim setempat. Disepakati posisi pemasangan alat disesuaikan dengan kondisi lapangan untuk menjamin keamanan alat selama dua bulan.

Sementara itu, gempa susulan masih terdeteksi. Hingga Kamis (17/10), pukul 09.00 WIT, BMKG merilis gempa susulan pascagempa 6,5 M sejumlah 1.637 kali. Namun, hanya 184 gempa susulan yang dapat dirasakan masyarakat.

Data BPBD Provinsi Maluku per Rabu (16/10) kemarin, total penyintas berjumlah 103.327 jiwa. Jumlah penyintas tertinggi berada di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dengan angka 90.833 jiwa, sedangkan Kota Ambon 6.251 dan Seram Bagian Barat (SBB) 6.244.

Gempa dengan magnitudo 6,5 dan kedalaman 10 km ini menyebabkan 361 luka ringan dan 4 luka berat. Data terkini untuk korban meninggal dunia berjumlah 41 orang, tersebar di Kabupaten Malteng 18 orang, Kota Ambon 12 dan SBB 11.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Abdul Rozak



Close Ads