JawaPos Radar

Kawal Asian Games, 7.070 CCTV di Ibu Kota Dipantau 24 Jam

1.812 personel dari Polda Metro Jaya

17/08/2018, 10:55 WIB | Editor: Ilham Safutra
Kawal Asian Games, 7.070 CCTV di Ibu Kota Dipantau 24 Jam
Siswa TK berjalan kaki di sekitar Jalan Medan Merdeka membawa bendera peserta Asian Games. Terdapat juga ikon Asian Games. (Issak Ramadhani/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pembukaan Asian Games 2018 yang akan berlangsung Jumat (18/8) nanti dikemas sebaik mungkin. Pengamanan menjadi prioritas di sekitar lokasi penyelenggaraan. Untuk itu, polisi pun menurunkan ribuan personel dan prosedur berlapis. Total 1.812 personel dari Polda Metro Jaya bakal dikerahkan untuk mengamankan acara di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Sebanyak 179 personel di antaranya ditugaskan di main venue. Mereka disebar di 19 titik.

Selain itu, kepolisian menyiapkan 426 unit sepeda motor serta 110 mobil patroli dan pengawalan. Rekayasa arus lalu lintas sudah dirancang sedemikian rupa untuk memuluskan mobilisasi atlet, ofisial, hingga pengisi acara. Bagi masyarakat yang ingin menonton langsung, kantong-kantong parkir di sekitar kawasan Gelora Bung Karno Senayan sudah dipersiapkan.

"Semua kendaraan yang membawa atlet, ofisial, dan pengisi acara akan dikawal untuk mempercepat akses menuju SUGBK," ucap Dirlantas Polda Metro Jaya Kombespol Yusuf.

Kawal Asian Games, 7.070 CCTV di Ibu Kota Dipantau 24 Jam
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didampingi Ketua DPRD Prasetio Edy Marsudi menerima api obor Asian Games 2018. (Issak Ramadhan/JawaPos.com)

Polisi juga menggunakan CCTV (closed circuit television) untuk memantau kondisi di kawasan penyelenggara selama 24 jam. Data Jakarta Smart City menunjukkan, setidaknya ada 7.070 CCTV yang tersebar di seluruh titik di ibu kota.

Khusus Jalan Gerbang Pemuda depan TVRI masih dibuka. Nanti kendaraan dari Jalan Gelora diarahkan menuju flyover Senayan maupun belok kiri ke arah Slipi. Dua ruas Jalan Asia-Afrika bakal ditutup.

Jadi, kendaraan dari Jalan Patal Senayan harus putar balik atau belok kiri mengarah ke Jalan Senayan 2. "Jalan akan ditutup mulai pukul 14.00 hingga acara selesai malam hari," terang perwira menengah dengan tiga melati di pundak itu.

Akan digunakan pula metal detector, mesin X-ray, hingga anjing pelacak di setiap pintu masuk. "Semua sesuai SOP (standard operating procedure)," jelas Deputi IV Bidang Games Security Kombespol Unggul Sedyanto.

Polda Metro Jaya bersama Inasgoc (panitia penyelenggara Asian Games) menyarankan kepada warga yang hendak menyaksikan langsung seremoni pembukaan di SUGBK untuk menggunakan transportasi umum. Meski begitu, panitia sudah menyediakan delapan kantong parkir untuk menampung kendaraan penonton di sekitar kawasan GBK.

Saat upacara pembukaan nanti, penonton hanya bisa masuk melalui tiga pintu. Yaitu, gerbang 5, 6, dan 7. Tidak ada aktivitas apa pun di pintu 5, hanya keluar masuk kendaraan yang memiliki label khusus dari Inasgoc. Sementara itu, di pintu 6 ada percobaan pemeriksaan keamanan.

Kemarin, saat geladi resik seremoni pembukaan, para penonton yang diundang masuk melalui pintu 6. Di luar gerbang, setiap orang harus menunjukkan tiket dan menaruh barang bawaan di sebuah wadah kepada petugas. Barang bawaan penonton itu akan dimasukkan ke mesin X-ray, sedangkan penonton harus melewati walk-through metal detector. Setelah itu, masih ada petugas yang melakukan pengecekan dengan hand-held metal detector. Jika aman, barulah penonton bisa masuk gerbang.

Sementara itu, di kota penyelenggara lainnya, Palembang, pensterilan Jakabaring Sport City baru dimulai kemarin. Sebanyak 15 personel gabungan TNI-Polri berjaga di depan gerbang pintu utama maupun pintu barat. Hanya kendaraan berstiker khusus yang boleh masuk. Menuju venue utama, Stadion Gelora Sriwijaya, pewarta maupun masyarakat harus berjalan kaki sejauh 200 meter.

Untuk menuju setiap venue yang lain, panitia menyediakan shuttle bus dengan dua koridor rute. Bus berwarna biru untuk koridor 1. Rute yang dilalui, antara lain, halte utama, wisma atlet 1, venue panjat tebing, rowing dan kano, serta stadion akuatik.

Bus koridor 2 berwarna oranye berawal dari halte utama menuju wisma atlet, venue voli pantai, boling, wisma atlet 2, venue menembak, rowing dan kano, lalu kembali ke halte utama. 

(han/feb/c5/ttg)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up