alexametrics

Baru 30 Juta Masyarakat Familiar Digitalisasi Konten Ilmu Pengetahuan

17 Mei 2021, 20:35:11 WIB

JawaPos.com – Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando mengungkapkan masih ada kesenjangan masyarakat atas konten internet. Diantaranya rakyat Indonesia yang familiar dengan digitalisasi konten ilmu pengetahuan baru 30 juta jiwa.

“Itu artinya, masih terdapat kesenjangan 240 juta penduduk Indonesia yang belum terkoneksi. Ini ruang yang harus dibangun bersama,” kata Syarif Bando di Jakarta Senin (17/5). Hari ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Perpusnas yang ke-41 tahun.

Syarif menuturkan Perpusnas terus bermigrasi ke layanan digital. Kondisi ini diperkuat data bahwa sudah ada 6,5 juta orang pengguna aktif dalam konten digital Perpusnas. Mereka diperkirakan sudah mengakses 3 – 4 miliar artikel ilmiah Perpusnas yang dikemas secara digital.

Meskipun begitu upaya mendekatkan masyarakat dengan konten digital ilmu pengetahuan masih menjadi tantangan. Sebab data Perpusnas menyebutkan baru 30 juta penduduk Indonesia yang familiar dengan digitalisasi konten ilmu pengetahuan. Dari angka itu, 6,5 juta orang diantaranya mengaku tidak bisa memisahkan hidup mereka dari ilmu pengetahuan berbasis digital.

Selain itu Syarif mengatakan Perpusnas adalah salah satu lembaga negara yang paling siap dalam menghadapi pandemi Covid-19. Karena sejak 2015, Perpusnas sudah memulai bermigrasi ke konten digital. “Alhamdulilah, dua tahun belakangan ini, Perpusnas telah menjadi perpustakaan terbaik dunia dalam menyajikan jurnal ilmiah,” katanya.

Sementara itu anggota Komisi X DPR RI Putra Nababan menegaskan dukungan positif untuk Perpusnas ini. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 digitalisasi konten perpustakaan yang digiatkan sejak 2015 lalu, sangat dinikmati pada masa-sama sulit ini.

“Data BPS menunjukkan ada peningkatan literasi, meski sedikit, tapi ini cukup signifikan,” kata Putra. Apalagi pada saat pemerintah memberikan bantuan pulsa pada murid, dosen dan guru, fasilitas layanan perpustakaan itu dinikmati. Putra meminta Perpusnas untuk terus mengusahakan gerakan literasi dengan maksimal. Meski mengalami pembatasan dan pemotongan anggaran karena dialifungsikan untuk penanggulangan pandemi Covid-19.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Hilmi Setiawan

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads