alexametrics

Ledakan Varian Omicron Diprediksi Februari-Maret

17 Januari 2022, 11:46:20 WIB

Penularan Didominasi Transmisi Lokal, Bukan Lagi dari Luar Negeri

JawaPos.com – Varian Omicron membuat kasus Covid-19 di Indonesia kembali naik. Ledakan kasus diprediksi terjadi pada awal Februari hingga akhir Maret.

Pada rentang waktu tersebut, diperkirakan terjadi kenaikan kasus positif secara cepat dan tinggi.

Prediksi tersebut disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (BGS) kemarin (16/1). Dia mengatakan, pihaknya telah melaporkan update terbaru mengenai perkembangan Omicron di dunia.

Diketahui bahwa beberapa negara telah mengalami puncak kasus secara cepat dan tinggi. Waktunya berkisar antara 35 sampai 65 hari. Di Indonesia, kata dia, kasus Omicron pertama teridentifikasi pada pertengahan Desember 2021. Kemudian, jumlah kasus mulai naik pada awal Januari 2022. Nah, diperkirakan 35‒65 hari setelahnya terjadi kenaikan kasus dengan cukup cepat dan tinggi. Itu berarti sekitar awal Februari hingga akhir Maret atau awal April. ”Itu yang memang harus dipersiapkan antisipasinya,” ujarnya.

Namun, tingkat keparahan pasien Omicron lebih rendah daripada varian Delta. Berdasar data negara-negara lain, tingkat hospitalisasi (pasien dirawat di rumah sakit) Omicron hanya 30‒40 persen dari varian Delta. Artinya, walaupun kenaikan kasusnya lebih cepat dan tinggi, hospitalisasi lebih rendah. Karena itu, dia meminta masyarakat tidak panik ketika mengetahui kasus positif naik dengan cepat. Pemerintah juga akan terus memonitor ketat kondisi rumah sakit.

Sampai saat ini, lanjut dia, sudah lebih dari 500 orang positif Omicron yang dirawat di RS. Dari jumlah tersebut, sekitar 300 orang sudah dipulangkan. Hanya tiga orang yang membutuhkan oksigen. Dua di antaranya pun sudah sembuh dan pulang.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : wan/dee/mia/elo/riq/iik/c7/c17/c9/oni

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads