JawaPos Radar

Pengamat Ungkap Pekerjaan Rumah Moeldoko di KSP

17/01/2018, 19:11 WIB | Editor: Ilham Safutra
Pengamat Ungkap Pekerjaan Rumah Moeldoko di KSP
Kepala Staf Presiden Moeldoko saat dilantik Presiden Jokowi (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Moeldoko adalah satu satu dari empat pejabat negara dan menteri yang dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada reshuffle jilid tiga Kabinet Kerja. Mantan Panglima TNI itu ditugaskan sebagai Kepala Staf Presiden (KSP) menggantikan Teten Masduki.

Menurut Pengamat Politik Universitas Paramadina Jakarta Arief Sutanto, dalam masa awal jabatannya jenderal purnawirawan itu akan mendapatkan pekerjaan rumah (PR) pertama, yakni mengawal berlangsungnya Pilkada Serentak 2018. Sebab Pilkada serentak yang digelar di 171 itu disebut-sebut berlangsung panas menjadi awalan dari Pemilu dan Pilpres 2019.

"Dia (Moeldoko) harus memperhatikan betul terkait gejolak panas Pilkada serentak," ungkap Arief kepada JawaPos.com, Rabu (17/1).

Pengamat Ungkap Pekerjaan Rumah Moeldoko di KSP

Banyaknya aroma panas menjelang Pilkada, tentu diprediksikan akan semakin membara saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Oleh karena itu Arief menyarankan alumnus Akabri 1981 itu bisa segera berkoordinasi dengan Presiden untuk meredam potensi konflik panasnya di Pilkada serentak 2018.

"Tugas awal Moeldoko kiranya terkait dengan langkah Presiden berhadapan dengan Pilkada serentak 2018 dengan tegangan sosial yang potensial bakal terus menghangat hingga 2019," sebut Arief.

Tentunya sebagai orang sudah memiliki asam garam di dunia kemiliteran, katanya, peraih Bintang Adhi Makayasa itu diharapkan dapat memberikan pandangan berbeda dibanding para pendahulunya. Supaya, presiden dapat lebih maksimal menangani isu-isu negatif yang beredar. "Figur Moeldoko sebagai mantan Panglima TNI diharapkan dapat memberi perspektif lebih baik kepada Presiden," lanjut Arief.

Di sisi lain, sebut Arief, kabinet Jokowi sudah menambah kekuatan pembantu dari unsur parpol. Di samping Moeldoko yang kini bergabung di Partai Hanura, Menteri Sosial Idrus Marham yang juga Sekjen Partai Golkar. "Pada sisi lain, ini juga memberi suntikan dukungan politik dari Hanura kepada Presiden," pungkas Arief.

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi melantik pembantunya yang baru. Mereka Menteri Sosial Idrus Marham, Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, Agum Gumeler sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), dan KSAU Marsekal Yuyu Sutitsna.

Idrus menggantikan Khofifah Indar Parawansa yang terjung ke Pilgub Jatim 2018, Moeldoko menggantikan Teten Masduki, Agum Gumelar menggantikan KH Hasyim Muzadi yang meninggal beberapa waktu lalu, dan Yuyu menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto yang diangkat menjadi Panglima TNI.

Kemudian ada nama Agum Gumelar sebagai anggota dewan Pertimbangan Presiden (watimpres) menggantikan KH Hasyim Muzadi karena meninggal dunia. Dan yang terakhir ada nama Marsekal Madya Yuyu Sutisna dilantik sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up