alexametrics

Dewas Dinilai Tak Berpengaruh, Jokowi Tetap Harus Keluarkan Perppu

16 Desember 2019, 16:44:51 WIB

JawaPos.com – Menjelang pengumuman Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), banyak isu bermunculan mengenai nama-nama kandidatnya. Seperti Yusril Ihza Mahendra, Harkristuti, Adi Togarisman, Indriyanto Seno Adji, hingga Marcus Priyo Gunarto.

Namun, pakar hukum pidana Abdul Fickar Hadjar tetap menolak adanya Dewas KPK. Dia menilai bahwa keberadaan Dewan Pengawas KPK tidak berpengaruh pada pemberatasan korupsi.

“Saya tetap pada posisi menolak Dewas (dewan pengawas), karena itu nama-nama orang tidak berpengaruh pada kelanjutan nasib pemberantasan korupsi. Jadi bukan soal orangnya siapa, tapi bagaimana memperkuat sistem pemberantasan korupsi melalui KPK yang independen,” kata Fickar dikonfirmasi, Senin (16/12).

Fickar menyebut adanya ambivalensi sikap presiden. Padahal, Presiden berkomitmen terhadap pemberantasan korupsi, namun di sisi lain presiden menyetujui revisi UU KPK dan memberikan grasi pada koruptor.

“Ada inkonsistensi dalam mainsetnya, seharusnya dia memperkuat sistem dengan tetap membiarkan KPK sebagai lembaga independen,” terang Fickar.

Menurut dia, pencegahan menjadi tugas semua orang, termasuk Presiden yang harus memimpin melalui program pada semua kementerian dan lembaga negara. “Pencegahan itu budaya menumbuhkan kesadaran sikap antikorupsi, jadi presidenlah yang bertanggung jawab dalam gerakan pencegahan korupsi,” ungkapnya.

“Melemparkan kesalahan pada kegagalan pencegahan korupsi sama dengan memukul muka sendiri. Karena kekuasaan penuh menggerakan birokrasi pemerintahan untuk melakukan gerakan pencegahan korupsi itu sepenuhnya ada pada presiden. KPK hanya bagian kecil saja,” sambungnya.

Oleh karena itu, Fickar berharap Presiden Jokowi tetap mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) jika memang betul konsinsten terhadap pemberatasan korupsi. “Ya seharusnya, jika Presiden masih berkomitmen pada pemberantasan korupsi mesti mengeluarkan Perppu,” pungkasnya.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Muhammad Ridwan


Close Ads