alexametrics

Gempa Sukabumi 6,9 SR, Banyak Laporan Tembok Rumah Runtuh

16 Desember 2017, 01:33:16 WIB

JawaPos.com – Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan gempa dini pukul 23.47 WIB, Jumat (15/12). Setelah peringatan tersebut, BMKG juga menyatakan akan terus melakukan analisis dari penyebab gempa dan juga antisipasi jika terjadi tsunami di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. 

“Kita masih melakukan analisis, ini laporan dari daerah cukup banyak tapi kita lihat ini banyak sekali rumah-rumah yang mengalami tembok runtuh di beberapa laporan di dekat pusat gempa sekitar Ciamis dan Tasiikmalaya dan sekitarnya,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu (16/12).

BMKG menyarankan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai Jawa Barat bagian Selatan dan Jawa Tengah bagian Selatan. Laporan yang baru saja didapati, yakni pesisir Parangritis dan sekitarnya masih dalam keadaan air laut yang normal.

Sutopo menginformasikan, 30 menit sampai 1 jam ke depan, BMKG akan segera mencabut peringatan dini apabila tidak ditemukan potensi tsunami menyusul dari gempa yang terjadi. 

Namun, hal ini belum bisa dipastikan karena Indonesia belum memiliki instrumen yang mendeteksi tsunami secara langsung. 

“Kita tidak memiliki suatu instrumen yang tidak bisa mendeteksi tsunami, sehingga kita tidak bisa mengetahui tsunami betul-betul ada di laut atau tidak karena semua yang disampaikan BMKG tadi adalah berdasarkan modeling. Oleh karena itu, kita hanya bisa menunggu di tempat- tempat yang lebih aman sampai ada tsunami yang menjangkau daratan,” ujar Sutopo.

Lebih lanjut Sutopo menjabarkan, ada beberapa syarat apabila BMKG mengaktivasi peringatan dini tsunami. Namun ada beberapa syarat yang dilakukan agar sistem peringatan dini tsunami. 

“Itu jika gempa di atas 7 SR kedalaman antara 20-30 km atau kurang dari 30 km kemudian berada di zona pertemuan lempeng tektonik, sehingga ketika kriteria dipenuhi maka BMKG akan mengaktivasi peringatan dini tsunami,” paparnya.

Menurut Sutopo, datangnya tsunami kurang lebih dari 1 jam, sehingga setiap aparat harus bergerak cepat. Untuk Jawa Tengah khususnya harus stand by 1-2 jam ke depan. 

“Masyarakat diimbau tidak panik, sebab seluruh aparat di Jogja dan daerah Jawa Tengah sekitarnya sedang mengerahkan seluruh tenaga sampai menunggu kepastian tsunami akan datang atau tidak,” pungkasnya.

Editor : admin

Reporter : (ce1/rgm/JPC)


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Gempa Sukabumi 6,9 SR, Banyak Laporan Tembok Rumah Runtuh