JawaPos Radar | Iklan Jitu

OKP Nasional Gelar Rapat Pimpinan, Ingin Kongres KNPI XV Bersatu

16 November 2018, 10:46:56 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Pemuda Indonesia, Sumpah Pemuda
Ilustrasi: semangat pemuda. OKP Nasional Gelar Rapat Pimpinan, Ingin Kongres KNPI XV Bersatu (Kokoh Praba/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Nasional menggelar rapat pimpinan di Jakarta baru-baru ini. Pada forum pimpinan OKP Nasional tersebut, mereka menyoroti Kongres Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

OKP Nasional yang juga berhimpun di KNPI merasa prihatin kongres KNPI XV akan digelar di dua tempat berbeda di 2018 ini. "Jangan sampai kita sebagai penghianat bangsa yang mengingkari hasil kongres pemuda II tahun 1928, dan deklarasi pemuda tahun 1973 yang menginginkan persatuan dalam menuju Indonesia yang dicita-citakan," kata Juru bicara dari Forum Pimpinan OKP Oktasari Sabil dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/11).

Selanjutnya, Oktasari Sabil yang juga Ketua Umum Gerakan Nurani Rakyat (Gemura) mengatakan, terjadinya dua kongres KNPI karena tidak ada upaya serius dari pemerintah untuk menyatukan wadah pemuda Indonesia yang sudah mempunyai problematika selama 3 tahun terakhir.

"Jangan sampai di akhir periode pemerintahan yang sudah berjalan baik, pemerintah khususnya yang menangani kepemudaan mendapatkan sebutan 'Negara Gagal Pemuda Pecah'. Hal ini sangat kami khawatirkan. Oleh sebab itu kami dukung presiden untuk langsung turun tangan jika sudah seperti ini," ujarnya.

Menurut Oktasari, masih ada waktu sebelum kedua kongres tersebut berjalan. Pihaknya pun mendorong pemerintah melalui Menpora agar mengambil sikap tegas dalam menyatukan pemuda dalam satu kongres KNPI XV.

Dia menambahkan, tantangan ke depan akan lebih berat, sehingga persatuan dan kesatuan dibutuhkan khsusnya oleh pemuda Indonesia.

"Bonus demografi dan revolusi industri 4.0 menjadi tantangan yang tidak mudah untuk dihadapi ke depan, apalagi di tahun 2019 jumlah pemuda bisa mencapai lebih dari 60 persen dari seluruh masyarakat yang ada. Jika pemuda hari ini terpecah belah, kami khawatir kita tidak bisa menghadapi tantangan ini dan menjadi catatan buruk bagi sejarah Indonesia," pungkasnya.

(fab/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up