JawaPos Radar | Iklan Jitu

IGCN Business Matchmaking 2018: 60 Persen Pelaku UMKM Adalah Perempuan

16 November 2018, 00:05:59 WIB | Editor: Kuswandi
IGCN Business Matchmaking 2018
Kegiatan IGCN Business Matchmaking 2018 dengan tema ‘Perempuan Indonesia: Menuju Pemberdaya Ekonomi Bangsa’ yang digelar di gedung PPM Manajemen, Jakarta Pusat, Kamis (15/11) (Yesika/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kesuksesan UMKM dalam bidang perekonomian tidak terlepas dari pihak-pihak yang menjalankan di belakangnya, terutama kaum perempuan. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM pada 2015, tercatat bahwa sebanyak 60 persen dari 52 juta pelaku UKM yang ada di seluruh Indonesia dijalankan oleh perempuan.

Data tersebut menunjukkan bahwa peran perempuan dalam peningkatan perekonomian, terkhusus dalam sektor UMKM menunjukkan hasil yang signifikan dan positif bagi roda perekonomian Indonesia. 

Mendukung hal tersebut, Indonesia Global Compact Network (IGCN) bersama Sekolah Tinggi Manajemen PPM dan Womenpreneur Community mengajak para pengusaha perempuan untuk kembali meningkatkan perluasan pemasaran usahanya melalui program IGCN Business Matchmaking.

Kegiatan itu memberikan kesempatan para pengusaha perempuan untuk mendapat sesi pembekalan dan pertemuan dengan perusahaan-perusahaan besar di Indonesia. 

“Memberdayakan perempuan dalam usaha seharusnya tidak dilihat sebagai sebuah kewajiban, tetapi bagaimana pelaku usaha dapat menjadikannya sebagai bagian dari strategi yang mendukung usaha dalam kegiatan inti dan rantai pasokan masing-masing,” ujar Executive Director IGCN Josephine Satyono saat ditemui di gedung PPM Manajemen, Jakarta Pusat, Kamis (15/11).

Program tersebut juga dilaksanakan untuk mendukung program pembangunan berkelanjutan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations) nomor 5, yaitu kesetaraan gender, serta sebagai wadah untuk mempromosikan serta mengimplementasikan 10 prinsip UN Global Compact.

Rangkaian acara salah satunya terdiri dari pembekalan UKM yang mengangkat tema ‘Perempuan Indonesia: Menuju Pemberdaya Ekonomi Bangsa’, kemudian diakhiri dengan panel diskusi bertema ‘Membuka Peluang Pembiayaan bagi UKM Perempuan’.

“Perempuan yang telah berdaya diyakini dapat memberikan manfaat lebih banyak kepada bisnis,” pungkas Josephine. 

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up