JawaPos Radar | Iklan Jitu

Atasi Jebloknya Nilai Peserta CPNS, Pemerintah Siapkan Dua Skenario

Ada Gap Pendidikan Jawa-Luar Jawa

16 November 2018, 13:14:12 WIB | Editor: Ilham Safutra
Atasi Jebloknya Nilai Peserta CPNS, Pemerintah Siapkan Dua Skenario
Ilustrasi: Pemerintah siapkan dua skenario untuk hasil CPNS (Adhil Kudara/Bontang Post/Jawa Pos Group)
Share this

JawaPos.com - Banyaknya peserta tes CPNS yang tidak lulus menjadi bahan evaluasi pemerintah. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, hasil tes seleksi kompetensi dasar (SKD) bisa menunjukkan kondisi pendidikan di Indonesia.

Menurut JK, jarak nilai tertinggi dan terendah begitu jauh. Begitu juga dengan peta persebaran nilai antara pendaftar di Jawa dan luar Jawa. "Terjadi perbedaan-perbedaan antara yang terbaik dan yang terbelakang. Artinya, tingkat pendidikan kita mengalami gap yang besar antara Jawa dan luar Jawa," ungkap JK dalam diskusi perekonomian di Hotel Ritz Carlton kemarin (15/11).

JK mengaku telah menerima laporan hasil tes masuk CPNS dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin.

Atasi Jebloknya Nilai Peserta CPNS, Pemerintah Siapkan Dua Skenario
Wakil Presiden Jusuf Kalla (Ismail Pohan/Indopos/Jawa Pos Group)

Dalam laporan itu, ungkap JK, pelamar CPNS mencapai 4 juta orang. Sedangkan yang bisa mengikuti seleksi administrasi sekitar 1,8 juta orang. "Dari 1,8 juta orang itu, yang lulus hanya 8 persen. Itu kurang lebih 100 ribu, sedangkan yang dibutuhkan 200 ribu," ungkap dia.

Di sisi lain, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Supriano menegaskan, seleksi CPNS untuk guru bertujuan memilih tenaga pendidik yang berkualitas. Ada 112 ribu formasi guru yang dibuka pemerintah. Namun, peserta seleksi CPNS yang lolos passing grade hanya 3 persen.

"Saya dapat keluhan dari para guru yang ikut tes, katanya soalnya sulit. Selain itu, passing grade tinggi," kata pria yang akrab disapa Ono tersebut.

Ada dua opsi yang disiapkan pemerintah. Pertama, menurunkan passing grade. Kedua, pemeringkatan. Ketika ditanya mengenai metode yang pas, Ono menyerahkan kepada Kemen PAN-RB. Namun, dia mengingatkan bahwa mutu penddikan di Indonesia bergantung dari para guru. Karena itu, dia menyarankan agar rekrutmen CPNS menjunjung kompetensi yang tinggi.

Dari tiga komponen tes CAT, banyak peserta CPNS di bidang keguruan yang jeblok di bidang tes karakteristik pribadi (TKP). Ono pun menanggapi hal tersebut. Menurut dia, jebloknya tes TKP tidak berarti kepribadian guru juga bobrok. "Mungkin saja saat tes tertekan," ungkapnya. Dia menyarankan, ada penelitian lanjut terkait hal itu.

Pengamat pendidikan Indra Charismiadji mengkritisi keseriusan pemerintah dalam membenahi pendidikan. Menurut dia, sudah banyak menteri yang membuka fakta sendiri bahwa kualitas pendidikan tanah air belum bagus.

"Bahkan, sekarang Wapres mengaitkan nilai kelulusan SKD yang rendah dengan kualitas pendidikan juga," jelasnya.

Menurut Indra, penyakitnya sudah jelas. Yakni, kualitas pendidikan di Indonesia belum bagus. Namun, dia belum melihat ada upaya perubahan menyeluruh.

Dia berharap ada sikap tegas terkait banyaknya indikasi pendidikan yang belum bagus itu. Misalnya, pemerintah membuat cetak biru arah pembangunan pendidikan. Di dalamnya dijelaskan tugas dan kewenangan pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. Dengan demikian, program-program peningkatan mutu pendidikan bisa berjalan harmonis antara pusat dan daerah. 

(jun/lyn/wan/c10/oni)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up