alexametrics

Agus Rahardjo: Isu Taliban Diembuskan untuk Mendiskreditkan KPK

16 September 2019, 12:45:13 WIB

JawaPos.com – Serangan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilakukan dengan berbagai macam cara. Setelah DPR resmi memilih tokoh yang dinilai melanggar etik berat dan revisi UU KPK, kini muncul tudingan KPK dikuasai oleh kelompok Taliban.

Kelompok Taliban dituding sebagai paham yang menganut radikalisme di KPK. Tudingan itu stigmatisasi terhadap penyidik KPK yang tanpa pandang bulu melakukan penegakan hukum, melakukan operasi tangkap tangan (OTT), dan memproses sejumlah pejabat korup.

Menanggapi adanya tudingan tersebut, Ketua KPK Agus Rahardjo menegaskan, tidak ada kelompok Taliban, apalagi tersebarnya paham radikalisme di lembaga antirasuah. Menurutnya, isu tersebut sengaja diembuskan tidak lain sebagai upaya pelemahan kinerja KPK.

“Kami mengharapkan orang melakukan penelitian melalui KPK. Sama sekali isu itu tujuannya untuk mendiskreditkan KPK,” kata Agus di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (16/9).

Agus mempersilakan, kelompok yang menuding adanya paham radikalisme untuk melakukan penelitian di KPK. Hal ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam terkait kinerja dan keseharian pegawai KPK.

Dia mencontohkan, Guru Besar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Syamsudin Haris juga telah melakukan penelitian di KPK. Haris pun menyebut tidak ada kelompok Taliban atau paham radikalisme di KPK.

“Jadi, silakan kalau mau melakukan penelitian. Saya setuju orang-orang dan Profesor yang sudah bekerja sama dengan KPK, mereka tahu dalamnya KPK, seperti Prof Syamsudin Haris dari LIPI. Karena kerja di sini dia tahu, enggak ada itu (kelompok Taliban),” tegas Agus.

Agus pun mencontohkan, dalam surat pengunduran diri rekannya Saut Situmorang disampaikan bahwa ada kebaktian di Gedung KPK setiap Jumat. Kegiatan itu hadiri oleh umat kristiani yang bekerja di lembaga antirasuah.

“Itu hari Jumat ada yang Jumatan di sini. Kemudian ada juga di lantai 3 kebaktian. Jadi, di mana Talibannya? Kalau kamu lihat surat Pak Saut apa itu cermin Taliban, sama sekali jauh,” tegas Agus.

Oleh karena itu, Agus mengajak kelompok yang mencoba melemahkan kinerja KPK untuk dapat melakukan penelitian agar mengetahui secara rinci tugas dan pokok kinerja lembaga antirasuah.

“Kami undang mereka untuk melakukan penelitian di KPK,” tukasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads