alexametrics
Laporan M. Hilmi Setiawan dari Makkah

Sepekan Lebih Dihentikan, Layanan Bus Salawat Normal Lagi

16 Agustus 2019, 14:50:21 WIB

JawaPos.com – Jamaah haji Indonesia kini tidak lagi perlu menyewa taksi atau jalan kaki menuju Masjidilharam. Sebab layanan bus salawat sudah beroperasi normal. Sebelumnya, sejak beberapa hari sebelum wukuf, layanan bus dengan rute hotel-masjidilharam ini dihentikan sementara.

Total ada tiga terminal bus salawat yang melayani jamaah Indonesia. Bus salawat dengan titik pemberhentian terminal Bab Ali baru beroperasi Kamis malam (15/8) saat jam salat Isya. Bus ini melayani jamaah yang tinggal di wilayah Mahbas Jin. Di antara jamaah yang tinggal di Mahbas Jin berasal dari Embarkasi Surabaya.

Sementara itu layanan bus salawat dengan pemberhentian di terminal Syib Amir dan Ziyad lebih awal beroperasi. Bus salawat di dua terminal itu beroperasi sejak Kamis sore (15/8) sekitar jam 15.00 waktu setempat.

Di terminal Syib Amir terlihat banyak jamaah menggunakan bus salawat. Umumnya mereka adalah jamaah yang akan melaksanakan tawaf Ifadah. Sebelum bus salawat beroperasi, sejumlah jamaah memilih jalan kaki dari hotel menuju Masjidilharam untuk tawaf Ifadah. Mereka biasanya memilih waktu malam hari karena tidak terlalu penuh.

Kepala Pos Terminal Syib Amir Sugandi menuturkan, hari pertama pengoperasian kembali bus salawat berlangsung normal. Dia menjelaskan bus Saptco beroperasi agak terlambat. “Tadi ada peraturan pemerintah,” katanya. Namun dia bersyukur bus Saptco sudah beroperasi.

Sugandi menceritakan ketika bus salawat belum beroperasi, sejumlah jamaah Indonesia tetap berkumpul di terminal Syib Amir. Dia sudah menjelaskan bahwa bus salawat belum beroperasi. “Sampai saya dibilang pembohong atau diomelin pada jamaah. Tapi saya bertekad melayani dhuyufurrahman (tamu Allah) sepenuh hati,” tuturnya.

Sugandi menjelaskan selama bus salawat belum tersedia, jamaah pulang ke hotel naik taksi. Padahal di waktu bersamaan, tarif taksi sedang mahal-mahalnya. Sejumlah kendala saat jamaah naik taksi sendiri diantaranya soal bahasa. Sebab jamaah perlu menunjukkan lokasi hotelnya ke supir taksi. Dia mengatakan bus salawat beroperasi sampai akhir jamaah berada di Makkah yakni 6 September.

Editor : Kuswandi

Reporter : Hilmi Setiawan


Close Ads