Syafruddin Berkantor di Kemen PANRB Setelah Asian Games 2018 Selesai

16/08/2018, 10:36 WIB | Editor: Ilham Safutra
Syafruddin disalami Presiden Jokowi usai dilantik sebagai Menteri PANRB. (RAKA DENNY/JAWAPOS)
Share this image

JawaPos.com - Setelah memutuskan pensiun dini di kepolisian, Komjen (purn) Syafruddin dihadapkan dengan sejumlah tugas baru sebagai menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi (Men PAN-RB). Namun tugas itu akan baru dikerjakan pada September 2018 mendatang. Sebab saat ini dia tengah fokus mengawal tim Indonesia di Asian Games 2018.

Sebagai chef de mission (CdM) Indonesia di Asian Games, Syafruddin tidak mungkin meninggalkan para atlet yang berjuang mengharumkan bangsa. Apalagi, pembukaan Asian Games tinggal dua hari.

"Saya sudah diizinkan presiden untuk menyelesaikan (dulu) tugas di Asian Games," kata Syafruddin setelah serah terima jabatan di kantor Kementerian PAN-RB kemarin (15/8).

MenPANRB Syafruddin bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian (RAKA DENNY/JAWAPOS)

Perhelatan Asian Games 2018 ditutup pada 2 September. Dengan begitu, Syafruddin mungkin mulai berfokus pada tugasnya sebagai Men PAN-RB setelah Asian Games berakhir. "Sementara saya fokus dulu menyelesaikan tugas di Asian Games karena waktunya tinggal dua hari," katanya.

Pada Asian Games, Indonesia menargetkan meraih 16 emas dan paling tidak masuk sepuluh besar klasemen perolehan medali. Syafruddin mendampingi tim Asian Games sejak Desember 2017. Tentu tidak mungkin mengganti posisinya sebagai ketua kontingen saat ini.

Penunjukan dirinya sebagai Men PAN-RB, kata Syafruddin, baru diketahui Selasa malam (14/8). Dia dipanggil Jokowi ke Istana Bogor. "Beliau menyampaikan bahwa saya akan dilantik hari ini (kemarin, Red) jam sepuluh," ujarnya.

Syafruddin tidak mengetahui alasan presiden menunjuk dirinya. Dia juga tidak banyak mempertimbangkan permintaan itu. "Ini perintah negara," kata pria kelahiran Makassar itu.

Terkait posisinya sebagai Wakapolri, jenderal bintang tiga tersebut menceritakan bahwa jabatan itu sudah diserahkan pada Selasa malam kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Karena itu, dia enggan berkomentar lebih lanjut terkait sosok penggantinya.

Menurut dia, hal itu sepenuhnya menjadi kewenangan Kapolri dan Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti). Dia juga otomatis melepas jabatan sebagai ketua Wanjakti.

Mantan Kapolda Kalimantan Selatan itu tak terlalu risau dengan suksesornya. Menurut dia, banyak jenderal bintang dua atau tiga yang mumpuni. "Terserah Wanjakti nanti. Saya sudah tidak punya kewenangan bicara tentang Wanjakti," tuturnya.

Disinggung terkait program prioritas yang akan dilakukan setelah menjabat Men PAN-RB, Syafruddin menyatakan akan berfokus pada penuntasan program yang sudah empat tahun dicanangkan pemerintah. Dia menyatakan, dengan sisa waktu sekitar setahun, yang bisa dilakukan adalah memaksimalkan yang sudah ada. "Karena program yang sudah berjalan dengan baik diapresiasi semua kementerian lembaga," ungkapnya.

Syafruddin diangkat sebagai Men PAN-RB setelah Asman Abnur mengundurkan diri. Asman yang merupakan perwakilan Partai Amanat Nasional (PAN) di kabinet mundur karena partainya sudah tidak berkoalisi dengan Jokowi. PAN saat ini menjadi pengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

Asman mengharapkan capaian-capaian Kementerian PAN-RB bisa terus ditingkatkan. Hal itu dilakukan untuk menjawab aspirasi masyarakat dan tantangan global yang menuntut birokrasi yang makin responsif dan melayani.

"Kami menilai bahwa berbagai langkah terobosan tersebut telah bergulir dan sudah dirasakan banyak kementerian/lembaga dan daerah di berbagai bidang berbasis manajemen kinerja," ujarnya.

Ada empat program besar yang dijalankan dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan. Empat program tersebut adalah meningkatkan efektivitas dan efisiensi birokrasi, mewujudkan kelembagaan pemerintahan yang efektif dan efisien, membangun Smart ASN dalam rangka mewujudkan world class government, dan meningkatkan pelayanan publik.

Asman menyampaikan, program penguatan reformasi birokrasi mengalami banyak kemajuan. Dia mencontohkan adanya pembangunan zona integritas, mendorong unit kerja mewujudkan wilayah bebas korupsi (WBK) serta wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM), makin menjadi gerakan masif di berbagai instansi dan daerah.

Dia juga mengklaim telah menata kelembagaan pemerintah. Sejak 2014 sampai saat ini, terdapat 23 lembaga nonstruktural (LNS) yang telah disederhanakan dengan melakukan penggabungan dan penghapusan.

Dalam reformasi sumber daya aparatur, dia juga telah melakukan berbagai langkah perbaikan dengan sasaran terwujudnya rekrutmen ASN yang makin kredibel, transparan, dan akuntabel setelah empat tahun moratorium. "Saat ini penerimaan CPNS dengan sistem online sudah bebas dari KKN," jelasnya.

Setelah Komjen Syafruddin resmi menjadi menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi (Men PAN-RB), posisi Wakapolri sepertinya bakal terisi dengan cepat. Calon yang namanya terus menguat adalah Irjen Idham Azis yang kini menjabat Kapolda Metro Jaya.

Idham Azis dikenal sebagai sosok yang cocok dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Karir Idham kian menanjak setelah Tito menjadi Kapolri. Setelah ditunjuk sebagai Kadivpropam, Idham langsung menjadi Kapolda Metro Jaya. 

(far/lyn/idr/c7/c10/tom)

Berita Terkait

Rekomendasi