JawaPos Radar

Pidato Kenegaraan Tidak Krusial, Jokowi Kehilangan Momentum

16/08/2018, 20:22 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Pidato Kenegaraan Tidak Krusial, Jokowi Kehilangan Momentum
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidatonya dalam sidang bersama tahunan DPR/MPR/DPD di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8). (Hendra Eka/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan dalam sidang tahunan MPR RI, di Kompleks Parlemen Jakarta, Kamis (16/8). Isi pidato tersebut mendapat komentar dari pengamat politik Universitas Andalas (Unand), Najmuddin Rasul.

Menurut Najmudin, paparan Jokowi tentang capaian kinerja setahun terakhir selama memimpin tidak menyentuh poin-poin krusial.

"Terlalu datar. Presiden kita tidak memiliki kemampuan public speaking, retorika, dan pesan-pesan politik," kata Najmudin, Kamis (16/8).

Dia menegaskan, ada hal-hal penting yang lebih bernas harusnya dipaparkan Jokowi. Seperti masalah pemilu, freeport, anjloknya nilai rupiah, pelaksanaan Asian Games, capaian pembangunan detail dan tantangan di dalam dan luar negeri.

Namun, hal tersebut luput dari penjabaran pidato presiden.

"Jokowi kehilangan momentum untuk membeberkan kemampuannya sebagai kepala negara sekaligus calon pemimpin 2019-2024 mendatang atau hanya itu kemampuannya," tandas Doktor komunikasi politik Universitas Kebangsaan Malaysia itu.

Seperti diketahui, dalam pidato kenegaraan pada sidang tahunan MPR RI, Jokowi memaparkan sejumlah keberhasilannya sejak memimpin Indonesia. Mulai dari klaim turunnya jumlah pengangguran hingga kualitas hidup manusia Indonesia yang terus meningkat.

Jokowi menyebut, distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP) sudah mencapai angka 20 juta. Lalu, meningkatnya jumlah penerima JKN. Ketimpangan sosial menurun, pengangguran berkurang, dan menurunnya pajak UMKM.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up