alexametrics

SMRC: Kondisi Ekonomi Usai Pilpres 2019 Lebih Baik dari 2014 Lalu

16 Juni 2019, 20:39:22 WIB

JawaPos.com – Persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi Indonesia usai pilpres 2019 masih diiringi sentimen positif. Hal ini berbeda dengan selepas pilpres 2014 lalu. Kini, masyarakat cenderung optimistis dengan ekonomi Indonesia ke depan. Kondisi tersebut diakui Lembaga survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC).

Direktur Program SMRC Sirojudin Abbas menjelaskan, masyarakat masih memberi respons positif terhadap perekonomian Indonesia meski diiringi oleh berbagai isu miring. Hingga kerusuhan 21-22 Mei berakhirnya, masyarakat masih menganggap ekonomi Indonesia jauh lebih baik.

Berdasarkan data SMRC, sebesar 40 persen responden menganggap kondisi ekonomi nasional lebih baik. Sedangkan yang bilang tidak ada perubahan sebesar 45 persen dan responden yang menyatakan lebih buruk sebesar 17 persen. Sisanya, tidak menjawab.

“Kepuasan masyarakat sedikit turun tujuh poin dari bulan April ketika pemilu berlangsung,” kata Abbas di Kantor SMRC, Minggu (16/6).

Abbas mengatakan, angka tersebut dinilai jauh lebih baik daripada selepas pilpres 2014 lalu. Pada pilpres 2014, persepsi masyarakat yang menyatakan ekonomi Indonesia akan semakin buruk sangat tinggi. Bahkan trennya terus meningkat sampai setahun kepemimpinan Jokowi.

Dari data SMRC, pada pemungutan suara pilpres 2014 lalu, masyarakat yang bilang ekonomi Indonesia akan semakin buruk berada pada kisaran 16 persen. Namun, angka itu terus meningkat sampai dengan tiga bulan berikutnya menjadi 28 persen. Bahkan pada satu tahun kepemimpinan Jokowi, tren itu terus meningkat ke level 42 persen.

Menurut Abbas, optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi dipengaruhi oleh keberhasilan pemerintahan Jokowi menekan angka inflasi. Pada Mei 2019 lalu, BPS mencatat, besaran inflasi bulanan sebesar 0,68 persen, inflasi tahun kalender 1,48 persen, dan tahunan (yoy) 3,32 persen.

“Persepsi ekonomi nasional dari masyarakat ini paralel dengan tingkat inflasi. Kemampuan pemerintah menjaga inflasi, menjaga ketersediaan kebutuhan bahan pokok, dan meningkatkan daya beli masyarakat,” pungkasnya.

Survei SMRC dilakukan pada warga yang berusia 17 tahun atau lebih atau yang sudah menikah dalam rentang waktu 20 Mei-1 Juni 2019. Metode survei yang digunakan adalah multistage random sampling dengan 1220 responden.

Kendati demikian, responden yang dapat diwawancarai secara valid 1078 atau 88 persen. Margin of error kurang lebih 3,05 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Igman Ibrahim



Close Ads