alexametrics
Terkait Bom Bunuh Diri Libatkan Anak

KPAI Minta Masyarakat Tak Sebarkan Foto dan Video Anak yang Terlibat

16 Mei 2018, 01:00:51 WIB

JawaPos.com – Tidak dipungkiri pergerakan terorisme semakin menjadi-jadi. Bahkan sekarang, pelaku teror dapat meluas melibatkan anak.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto menegaskan, terkait beredarnya foto, video, gambar baik korban maupun terduga pelaku, dirinya mengimbau kepada masyarakat luas agar tidak memublikasikan identitasnya.

“Jadi mengingat publikasi identitas anak baik sebagai korban, saksi maupun pelaku merupakan pelanggaran,” tegas Susanto di Kantor KPAI, Jakarta, Selasa (15/5).

Susanto
Ketua KPAI Susanto (Dok.JawaPos.com)

Menurut Pasal 19, lanjut Susanto, UU Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, mengatakan (1) Identitas Anak, Anak Korban, dan/atau Anak Saksi wajib dirahasiakan dalam pemberitaan di media cetak ataupun elektronik (2) Identitas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi nama Anak, nama Anak Korban, nama Anak Saksi, nama orang tua, alamat, wajah, dan hal lain yang dapat mengungkapkan jati diri Anak, Anak Korban, dan/atau Anak Saksi.

Sementara, Pasal 97, ditegaskan bahwa setiap orang yang melanggar kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp500 juta (lima ratus juta rupiah).

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua KPAI, Rita Pranawati, pun menyampaikan menjadi hal berat jika nantinya anak di bully di lingkungannya. Bahkan, parahnya jika terbentuk streotype dirinya adalah seorang teroris.

Dirinya melihat Pemerintah Kota Surabaya dan Sidoarjo perlu memastikan anak korban dan terduga terlibat yang selamat dalam aksi terorisme diberikan perhatian khusus terhadap tumbuh kembangnya, termasuk pemenuhan hak pendidikan, kesehatan dan hak dasar lainnya.

“Coba kebayang teman-temannya menyebutkan, dulu dia temenku sekarang dia seorang teroris. Dikhawatirkan anak- anak jadi ingin tahu apa itu teroris, itu bahaya,” terang Rita.

“Tidak boleh dengan gambar, visual, UU informasi ngga boleh saudara-sadaranya diliput. Tolong hargai masa depan mereka,” lanjutnya.

Editor : Kuswandi

Reporter : (rgm/JPC)



Close Ads
KPAI Minta Masyarakat Tak Sebarkan Foto dan Video Anak yang Terlibat