JawaPos Radar | Iklan Jitu

Soal Program Sejuta Rumah, Mekanisme Pembelian Diminta Diperjelas

16 Februari 2019, 18:09:51 WIB
Perumahan
ILUSTRASI: Perumahan subsidi (Dok.JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pakar Tata Kota dan Kebijakan Publik, Asnawi Manaf angkat bicara terkait kebijakan pemerintahan Jokowi terkait, program sejuta rumah. Menurutnya, program yang ciptakan tersebut tak terjangkau selama ini.

Dia mengatakan, maksud tidak terjangkau tersebut, sebab saat ini sebagian masyarakat di Indonesia masih belum memiliki hunian. Sebanyak 60 persen masyarakat Indonesia berpenghasilan di bawah Rp 2,5 juta. Alhasil, mereka tak mampu membeli rumah subsidi tersebut. 

"Data World Bank, keluarga di Indonesia penghasilan di bawah Rp 2,5 juta ada 60 persen. Itu program sejuta rumah Pak Jokowi tidak terjangkau," kata dia saat ditemui di Jakarta, Sabtu (16/2).

Lebih lanjut, dia mengungkapkan rumah tersebut akhirnya dikuasai oleh orang yang memiliki penghasilan yang berlebih untuk diinvestasikan. Akhirnya sebanyak 40 persen rumah tersebut kosong.

"Contoh rumah subsidi sejuta rumah. Fakta di lapangan 30 persen sampai 40 persen ditinggalkan pemiliknya untuk apa? Untuk investasi, padahal kita membangun subsidi, APBN untuk membantu masyarakat," jelasnya.

Maka dari itu, dia berharap pemerintah saat ini bisa memperjelas mekanisme pembelian rumah dalam program tersebut. Dengan begitu, masyarakat berpenghasilan rendah akan dapat memiliki hunian.

"Ke depan rencana tata ruang harus memastikan rakyat sejahtera, dapat rumah tinggal sesuai APBN," tukasnya.


"Jadi bahwa titip pesan tolong jelas mekanisme pasar, perlu ada keterlibatan publik untuk mengajak mereka ikut serta," tutup dia. 

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Intan Piliang

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini