
Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan usai mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (1/10).
JawaPos.Com - Presiden Joko Widodo akan mengundang tiga prajurit yang mengangkat jenazah 6 jenderal TNI AD dan 1 perwira menengah korban peristiwa G 30S PKI dari sumur tua di Lubang Buaya. Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan hal itu usai mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya ,Jakarta Timur, Kamis (1/10).
“Tadi presiden mengundang tiga prajurit yang mengangkat jenazah Pahlawan Revolusi untuk bertemu di istana. Saya kira itu menjadi salah satu apresiasi presiden karena tinggal tiga yang hidup dari semua yang terlibat pengangkatan jenazah Pahlawan Revolusi itu,” ujar Luhut.
Namun, bekas pentolan Kopassus TNI AD itu tidak menyebut nama tiga eks tentara pengangkat jasad Pahlawan Revolusi yang diundang Jokowi. Sebagai seorang veteran, Luhut mengaku tersentuh dengan ide presiden itu.
“Saya sebagai tentara sangat tersentuh juga, presiden punya ide sampai meminta saya untuk mengatur ketiga prajurit marinir tadi, dan mungkin beberapa prajurit Kopassus yang masih hidup untuk bertemu dengan presiden di Istana,” imbuhnya.
Sementara terkait permintaan maaf pada anggota PKI, Luhut kembali menegaskan, tidak akan dilakukan pemerintah. Sebab, pemerintah hanya akan melakukan rekonsiliasi untuk penyelesaian masalah pelanggaran HAM masa lalu yang di dalamnya juga terdapat kasus 1965.
“Tidak ada pikiran untuk minta maaf. Kita menatap ke depan, jangan melihat ke belakang lagi,” tegasnya
Sebagaimana diketahui, 7 jenazah yang menjadi korban dalam peristiwa bersejarah itu yaitu Menteri Panglima Angkatan Darat Letjen Ahmad Yani, Deputi II Menpangad Mayjen R. Soeprapto, Deputi III Menpangad Mayjen MT. Harjono, Asisten I Menpangad Mayjen S. Parman, dan Deputi IV Menpangad Brigadir Jenderal DI Panjaitan.
Selain itu ada Oditur Jenderal/ Inspektur Kehakiman AD Brigardir Jenderal Soetojo Siswomihardjo dan Ajudan Menko Hankam/ KASAB Jenderal AH Nasution, Lettu Pierre Andreas Tendean.
Jenazah ketujuh Pahlawan Revolusi itu diangkat dari lubang buaya pada 4 Oktober 1965 oleh tim yang dipimpin Komandan KIPAM KKO-AL Kapten Winanto. Prajurit yang mengangkat para jenazah di antaranya anggota RPKAD (sekarang Kopassus) Kopral Anang, Serma KKO Suparimin, Prako KKO Subekti, dan Kopral KKO Hartono.(flo/jpnn/JPG)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
