alexametrics

Monitoring Lebih Awal, Inspeksi Angkutan Nataru Makin Intensif

15 Desember 2019, 13:03:08 WIB

JawaPos.com – Persiapan menghadapi arus mudik libur Natal dan tahun baru (Nataru) makin intensif. Bahkan, jajaran pejabat eselon I dan II diminta untuk melakukan monitoring pada seluruh moda transportasi.

”Instruksi langsung dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi agar seluruh pejabat eselon I dan II untuk lebih awal melakukan monitoring angkutan Nataru di semua moda pada akhir pekan ini,” kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Wisnu Handoko. Alasannya, di beberapa titik sudah ada kenaikan jumlah penumpang.

Wisnu mencontohkan kenaikan jumlah penumpang di Pelabuhan Sorong. Kemarin (14/12) jumlah penumpang di KM Tatamailau yang menuju Fakfak dan Kaimana mencapai 1.591 orang. Pada hari biasa, jumlahnya hanya separo atau 600–800 penumpang. ”Penumpang sudah memadati kapal lebih awal karena kapal ini baru masuk Sorong dua minggu lagi,” katanya.

Yang dilakukan saat inspeksi, antara lain, mengecek proses perawatan mesin kapal dan memberikan arahan kepada kru kapal tentang keselamatan.

Menjelang pelayanan angkutan Nataru, uji petik juga terus dikebut. Kepala Seksi Pengukuran Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal Penumpang dan Kapal Penangkap Ikan Ditkappel Galih Ernowo mengatakan, uji petik dilakukan dengan melaksanakan verifikasi sertifikat dan dokumen di atas kapal. Selain itu, dilakukan pemeriksaan di bidang status hukum kapal, keselamatan kapal, pencegahan pencemaran, dan pengawakan kapal.

Dirjen Perhubungan Laut Agus R. Purnomo mengungkapkan, untuk angkutan Nataru tahun ini, sektor laut menyiapkan 1.293 kapal dengan kapasitas 3.415.838 orang. ”Ada 51 pelabuhan yang dipantau,” katanya.

Dia memerintahkan agar manajemen kapal diperhatikan. Termasuk melakukan rerouting untuk jalur-jalur sepi ke jalur yang ramai jika diperlukan. Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya penumpukan penumpang. ”Disiapkan juga kapal negara jika ada penumpukan,” imbuhnya.

Moda transportasi lain juga melakukan monitoring. Pada sektor perkeretaapian, uji kelaikan sudah diselesaikan pada Jumat (13/12). Yang diuji, antara lain, kondisi sarana dan prasarana, SDM, serta rangkaian kereta. Sementara itu, pada sektor udara, ramp check dilakukan secara acak di 38 bandara domestik dan 7 bandara internasional. Ramp check dilakukan hingga masa Nataru selesai.

Pada sektor transportasi darat, uji kelaikan 15 ribu bus dijadwalkan selesai besok. Sebagian besar yang diuji adalah bus pariwisata. Ditjen Perhubungan Darat melakukan uji kelaikan di pul bus pariwisata dan berbagai objek wisata.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : lyn/mia/tau/c10/fal


Close Ads