JawaPos Radar

Raih Bung Hatta Award 2017: Nurdin Tak Bisa Tidur, Heru Sempat Ragu

15/12/2017, 07:33 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Raih Bung Hatta Award 2017: Nurdin Tak Bisa Tidur, Heru Sempat Ragu
Penghargaan Bung Hatta Anti Corruption Watch (BHACA) 2017, akhirnya jatuh kepada Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah dan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi. (Desyinta Nuraini/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Melalui perdebatan dan daftar panjang, penghargaan Bung Hatta Anti Corruption Watch (BHACA) 2017, akhirnya jatuh kepada Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah dan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi. Keduanya dinilai memiliki komitmen dan integritas dalam mengelola pemerintahan yang bersih dari korupsi.

Tentu, penghargaan itu menjadi anugerah sekaligus beban bagi kedua belah pihak. Sebab, mereka harus menjaga amanah tersebut.

"BHACA ini membuat saya tidak nyenyak tidur," singgung Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah saat menyampaikan pidatonya usai menerima penghargaan tersebut di Graha CIMB Niaga, Sudirman, Jakarta, Kamis (14/12).

Nurdin sangat berterima kasih kepada Yayasan Bung Hatta karena memberikan penghargaan tersebut. Namun menurut dia, penghargaan itu bukan hanya untuknya semata, melainkan jajaran pemerintah dan masyarakat Bantaeng.

"Bangsa ini butuh keteladanan dan kejujuran. Ini bukan penghargaan saya, ini penghargaan untuk pemerintah dan masyarakat saya," lugasnya.

Hal serupa disampaikan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi. Dia mengaku awalnya sedikit ragu menerima penghargaan tersebut. Sebab nantinya, dia harus mengemban nama mantan Wakil Presiden Hatta yang merupakan tokoh besar bagi bangsa.

"Kalau saya dikaitkan dengan reputasi beliau, rasa-rasanya saya ini kecil sekali. Sehingga ada sedikit keraguan di hati saya apakah saya memang bisa mengemban amanah seperti reputasi beliau. Itu menjadi pertanyaan saya dan pimpinan maupun bawahan saya," tutur Heru.

Apalagi kata dia, ada sejarah panjang bea cukai yang dulu lekat dengan korupsi. Namun melalui penghargaan tersebut, menurutnya akan menjadi pendorong bagi seluruh jajarannya untuk lebih meningkatkan semangat dan daya juang untuk organisasi yang lebih baik dan bersih dari korupsi.

"Penghargaan ini adalah kepercayaan masyarakat melalui Bung Hatta Award. Rakyat berarti telah memberi ruang kepada kami berupa kepercayaan setelah sekian lama kami kehilangan itu," tukasnya haru.

Di sisi lain, Ketua Dewan Pengurus Harian BHACA Natalia Soebagjo, baik Nurdin maupun Heru tetap memiliki tantangan untik dihadapi walaupun telah mendapatkan penghargaan tersebut.

Mereka berdua katanya harus mempertahankan integritas pribadi serta membangun sistem tata kelola yang baik di lingkungan mereka. "Walaupun dalam skala berbeda, tetap sama beratnya. Di mana saja, melawan arus memerlukan keberanian dan mengandung risiko," tambahnya.

Bagaimanapun juga, lanjut Natalia, perubahan besar yang dicita-citakan harus diawali dengan langkah nyata yang diawali dari diri sendiri. "Semoga mereka bisa terus jadi panutan dan sistem yang mereka bangun menjadi landasan kokoh untuk selangkah demi selangkah membangun Indonesia yang bersih," tukasnya.

(dna/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up