JawaPos Radar | Iklan Jitu

Tes CPNS 2018 Kusut, Honorer K2: Akhirnya Pemerintah Kualat

15 November 2018, 13:33:41 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Honorer K2
Honorer K2 selama ini mengaku selalu didzalimi oleh berbagai kebijakan pemerintah. (jpnn/jawapos.com)
Share this

JawaPos.com - Kebijakan khusus yang akan diambil pemerintah dalam mengisi formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kosong, membuat honorer K2 (kategori) makin antipati. Mereka menilai, kebijakan tersebut zalim dan sangat tidak adil.

"Ini sebetulnya kebijakan yang sejak awal dipaksakan untuk membuang Honorer K2. Tapi akhirnya pemerintah kualat. Pusing sendiri dengan aturan yang dibuat sendiri," kata Ketum Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih, Kamis (15/11).

Titi menjelaskan, dalam urusan CPNS pemerintah sering membuat kebijakan terbalik. Harusnya itu untuk K2, bukan pelamar umum. Kalau untuk honorer K2 masih sangat wajar. Anggaplah sebagai penghargaan atas pengabdian minimal sudah 15 tahun.

"Jadi saya pikir Ini benar-benar kebijakan yang tidak adil. Terus kuota atau formasi kosong untuk honorer K2 dianggap tidak ada gunanya begitu?" tanya Titi.

Bahkan, lanjut Titi, pemerintah saat ini terkesan terus-menerus memandang rendah K2 dan akan mematikannya secara perlahan-lahan. Terbukti kebijakan untuk K2 tidak adil, dibatasi dengan PermenPAN-RB 36 dan 37 tahun 2018. Hanya instansi tertentu juga yang bisa dilamar.

"Selesai tes dan nilai pelamar umum jeblok, pemerintah ribut sendiri mengurus yang umum. Padahal pemerintah sesumbar mau cari calon aparatur sipil negara (ASN) yang kompeten. Namun kenapa pelamar umum yang tidak lulus passing grade, sedangkan K2 terus didiskriminasi," tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah FHK2I DKI Jakarta Nurbaiti menambahkan, kebijakan pemerintah seperti lelucon. Pemerintah juga dinilai tidak punya wibawa karena mengubah kebijakan sesuka hati.

"Kau yang mulai kau yang mengakhiri. MenPAN-RB lagi galau. Tidak mencapai target malah menurunkan nilai. Terlihat kinerjanya serampangan," kritiknya.

(jpg/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up