alexametrics

Indonesia Ingin Covid-19 Jadi Endemi, Ahli: Jangan Malah Hiperendemi

15 September 2021, 09:20:05 WIB

JawaPos.com – Kasus Covid-19 di Indonesia terus menurun. Hal itu terlihat dari angka positivity rate yang sudah berada di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni di bawah 5 persen. Seperti Singapura yang ingin menjadikan Covid-19 sebagai endemi, Indonesia juga diproyeksikan melakukan hal yang sama.

Ahli Spesialis Penyakit Dalam yang juga Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban menanggapi kemungkinan transisi itu. Menurutnya hal itu harus disesuaikan atau adaptasi dengan pola pikir yang baru.

“Saya oke-oke saja jika transisi dari pandemi ke endemi direncanakan. Artinya kita harus menyesuaikan diri dengan pola pikir baru, hidup dengan SARS-CoV-2,” katanya dalam kicauannya yang sudah dikonfirmasi JawaPos.com, Rabu (15/9).

Pertanyaan besarnya, kata dia, apakah terlalu dini untuk melakukan transisi tersebut. Menurutnya, mengakhiri pandemi bukan berarti SARS-CoV-2 akan hilang dan tidak ada kasus baru. “Banyak faktor yang membuat pandemi bergeser menjadi endemi. Seperti jumlah penularan, kasus, dan kematian beserta polanya,” jelas Zubairi.

Durasi perlindungan dari vaksinasi dan infeksi alami juga harus dipertimbangkan. Faktor-faktor ini, kata dia, berbeda di tiap daerah Indonesia.

“Apalagi masih ada ketimpangan faskes dan serapan vaksinasi yang bervariasi serta ketersediaannya. Kita harus mempersiapkan juga kapasitas layanan kesehatan untuk mengelola lonjakan kasus di masa depan. Mitigasi ini harus ada,” tuturnya.

Menurutnya, situasi yang membaik ini momentum yang pas untuk mempersiapkan transisi. Asal, harus ada koordinasi yang solid dari semua pihak dan tidak boleh menurunkan kewaspadaan. Jangan sampai terlena melonggarkan.

“Kalau longgarnya kebablasan, bisa-bisa malah menjadi hiperendemi, alih-alih menuju endemi,” tuturnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads