alexametrics

Pansel Klaim Pimpinan KPK Terpilih Tidak Memiliki Rekam Keuangan Buruk

15 September 2019, 14:41:23 WIB

JawaPos.com – Keraguan publik terhadap pimpinan KPK terpilih semakin melebar. Sebelumnya integritas mereka dipertanyakan, kini kesehatan finansial masing-masing. Pasalnya Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyatakan adanya transaksi tidak wajar terkait Capim KPK.

Dugaan dari PPATK itu dibantah oleh Pansel Capim KPK. Indriyanto Seno Adji selaku anggota Pansel Capim KPK mengaku, pihaknya tidak hanya menerima laporan dari PPATK untuk menelisik rekam jejak capim KPK. Sejumlah lembaga pun telah diminta untuk memberikan rekam jejak si Capim KPK.

“Sejak awal Pansel menerima rekam jejak dari lembaga-lembaga negara, termasuk PPATK dan hasil uji silang (cross examination) pihak terkait. Tidak pernah terbukti adanya suspicious transaction dari para capim,” kata Indriyanto kepada JawaPos.com, Minggu (15/9).

Terutama pada lima pimpinan KPK terpilih. Mantan Plt pimpinan KPK itu menegaskan bahwa pimpinan KPK Jilid V terpilih tidak memiliki rekam keuangan yang buruk atau negatif. “Pansel berpendapat tidak ada masalah dengan 5 pimpinan definitif terkait hasil rekam jejak dari PPATK,” ucap Indriyanto.

Terkait adanya pimpinan KPK terpilih yang mempunyai kekayaan paling tinggi, kata Indriyanto, itu bisa ditanyakan kembali ke PPATK. Sebab PPATK yang mengetahui secara rinci catatan rekam jejak keuangan tersebut. “Hasil umumnya sudah ada catatan dari PPATK sendiri,” urai Indriyanto.

Senada dengan Indriyanto, anggota pansel lainnya, Marcus Priyo Gunarto menyatakan, pihaknya telah mengkonfirmasi capim KPK terkait rekam jejaknya dalam tes wawancara dan uji publik. Catatan negatif seluruh para capim telah dipertanyakan. “Kan sudah ditanyakan pada waktu wawancara, saya tidak hafal untuk Capim yang mana. Semua catatan negatif pasti sudah ditanyakan,” tegas Marcus.

Masrcus memastikan, lima pimpinan KPK terpilih tidak ada yang tersandung pelanggaran pidana. Sebab, mereka telah dikonfirmasi pada tes wawancara dan uji publik Capim KPK.

“Kalau memang terkait tindak pidana, itu di luar Pansel, kan? Keterangan dari KPK, Kejaksaan dan Polri tidak menunjukkan keterkaitanya dengan tindak pidana,” tukasnya.

Sebelumnya, PPAT menemukan adanya transaksi tidak wajar dari para Capim KPK. Temuan itu saat Pansel melakukan seleksi 40 besar Capim KPK. Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin mengatakan, pihaknya telah mengirimkan temuan-temuan terhadap para Capim KPK ini ke Pansel. Setelah ini domainnya ada di Pansel.

“Semua yang kami temukan, semuanya sudah kami sampaikan ke Pansel. Dan Pansel-lah yang harus menguji temuan itu,” ujar Kiagus kepada JawaPos.com, Sabtu (14/9). “Perlu kami sampaikan temuan PPATK itu, sifatnya adalah informasi intelijen, dan yang mengujinya itu Pansel,” tambahnya.

Oleh karena itu, Kiagus tak mau mempersoalkannya, karena saat ini Komisi III DPR telah menetapkan lima orang Capim KPK untuk menjadi pi‎mpinan lembaga antirasuah 2019-2023.

“Jadi kalau Pansel kalau masih meneruskan, menerima itu. Berarti dia menganggap itu tidak ada masalah. Jadi kita berharap jangan menambah keruwetan dululah,” katanya.

Kiagus enggan membeberkan nama-nama Capim KPK yang memiliki transaksi tidak wajar tersebut. Sebab informasi PPATK sifatnya rahasia. Sehingga tidak boleh diumbar ke publik. “Kami enggak boleh menyampaikan apa yang kami lakukan. Kami tidak bisa mengatakan apa-apa. Semua temuan kami sudah kami sampaikan ke Pansel,” jelasnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads