alexametrics

Program Transmigrasi Berhasil Ciptakan Bibit Unggul SDM

Program Beasiswa Anak Terus Digalakkan
15 September 2018, 23:12:38 WIB

JawaPos.com – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi (Ditjen PK Trans) terus menjalin kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi. Hal ini dalam rangka memfasilitasi putra-putri transmigran bisa mencapai pendidikan tinggi secara gratis.

Direktur Jenderal PK Trans Kemendes PDTT, M Nurdin mengungkapkan, pemberian beasiswa terhadap anak transmigrasi ini merupakan program rutin yang digelar setiap tahun untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di kalangan transmigran.

“Kita tentu tahu sebagian besar peserta transmigran memiliki latar belakang pendidikan yang kurang. Oleh sebab itu, ini sudah menjadi tugas pemerintah untuk memberikan beasiswa sekolah,” ujar Nurdin saat ditemui beberapa waktu lalu.

Menurutnya, dengan adanya beasiswa jenjang S-1 ini bukan hanya untuk memperbaiki nasib dan kesejahteraan para transmigran saja. Akan tetapi, ini gairah untuk para anak-anak transmigran untuk memperbaiki hidup dan akan membawa dampak dan manfaat yang luar biasa bagi pembangunan nasional.

“Program ini sudah menunjukkan hasil yang sangat baik, terutama dalam peningkatan mental spiritual dan pendidikan sehingga program transmigrasi mampu menciptakab bibit bibit unggul SDM,” ujar Nurdin.

“Sudah banyak anak-anak yang berasal dari wilayah transmigrasi yang berhasil menjadi pejabat. Contohnya, Gubernur bali I Made Mangku Pastika, Rektor UIN Sultan Syarif Kasim, Akhmad Mujahidin, anak transmigran asal Malang, Jawa Timur. Selain itu, ada juga beberapa guru besar, pejabat eselon 1 di kementerian dan adapula yang jadi pengusaha,” lanjut Nurdin.

Terpisah, Direktur Pengembangan Sosial Budaya Transmigrasi Dewi Yuliani menambahkan, program beasiswa ini sudah berlangsung cukup lama dan diikuti oleh anak-anak transmigrasi yang tersebar di 18 provinsi.

“Pemerintah pusat sejak awal sudah bersurat kepada kepala-kepala dinas di propinsi terkait program ini, kemudian mereka yang mengkordinir dan menjaring. Mereka mengunjungi lokasi UPT-UPT apakah ada anak-anak transmigran yang bemrinat mengikuti program itu,” jelas Dewi.

Saat ini pihak Kemendes PDTT sudah bekerjasama dengan beberapa peguruan tinggi ternama dan terbaik di Indonesia. Untuk tahun 2017 lalu, salah satunya UIN Raden Fatah di Palembang dan Universitas Jederal Soedirman di Purwokerto. “Kedua kampus ini membuka jalur SBMPTN dan Mandiri. Anak-anak transmigran yang berminat ini harus lulus dan dinyatakan diterima dulu,” terang Dewi.

Dewi menerangkan, prosedur awal bagi para anak transmigran yang ingin mendapatkan beasiswa ini adalah mengikuti pendataan di dinas masing-masing. Kemudian, mengikuti proses seleksi penerimaan di masing-masing kampus sesuai dengan jalur seleksi yang digelar.

“Jika mereka dinyatakan lulus atau diterima maka mereka lapor ke dinas masing-masing bahwa mereka merupakan anak transmigran yang sudah didata sebelumnya,” tuturnya.

Diketahui, setiap tahunnya Kemendes PDTT mencatat ada sebanyak 15-20 anak transmigran yang memperoleh beasiswa S-1. Kuota beasiswa ini disesuaikan dengan anggaran yang tersedia. Beasiswa ini khusus untuk pendidikan tinggi saja. Ketika anak transmigran dinyatakan diterima, maka SPP langsung dibayarkan oleh pihak Kemendes PDTT dan juga diberikan living cost (biaya hidup) sebesar Rp 500 ribu per bulan selama menjalani pendidikan.

Editor : Saugi Riyandi

Reporter : (srs/JPC)

Program Transmigrasi Berhasil Ciptakan Bibit Unggul SDM