JawaPos Radar

Kata Ketua Komisi I DPRD Provinsi jabar Soal Dipilihnya Sandiaga

15/08/2018, 22:15 WIB | Editor: Budi Warsito
Kata Ketua Komisi I DPRD Provinsi jabar Soal Dipilihnya Sandiaga
Pasangan Prabowo-Sandi yang maju pada Pilpres 2019. (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 masih terus diperbincangkan di tengah masyarakat Indonesia. Apalagi, Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang dipilih oleh Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto cukup mengejutkan.

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Syahrir menyambut baik terpilihnya Sandiaga Uno (Sandi) sebagai cawapres Prabowo. Walaupun sebelumnya dikabarkan akan dipasangkan dengan ulama, pada akhirnya Wakil Gubernur DKI Jakarta itu dipilih dan didaftarkan di KPU RI.

Menurutnya, dipilihnya Sandi merupakan satu pilihan yang tepat. Karena jika mengambil ulama lagi seperti petahana, dikhawatirkan adanya perpecahan umat Islam di Indonesia.

"Tapi dengan dipilihnya (Sandi) dia seorang yang memang iman Islamnya baik dan memenuhi persyaratan (cawapres harapan)," kata Syahrir, di Bandung, Rabu (15/8).

Selain religius dan bisa menjadi harapan memperbaiki pertumbuhan ekonomi bangsa Indonesia, Sandi juga sebagai penarik suara generasi milenial. Karena, dari empat tokoh capres dan cawapres, Sandi terbilang masih muda dan mewakili milenial.

"Sandi termasuk juga milenial, karena Prabowo di atas milenial. Jadi ini sebagai strategi untuk mengambil suara milenial. Kalau kita menilai sudah tepat," ujarnya.

Perihal kabar adanya mahar, ia mengatakan bisa saja kabar tersebut merupakan strategi untuk penggembosan. Karena, terkait mahar tersebut sudah dibantah oleh Sandi.

"Jadi mungkin ada yang merasa kurang puas, sehingga mengisukan (mahar). Tapi ini menjadi pembelajaran ke depan, bahwa harus dimulai dengan hal baik dalam berdemokrasi ini. Jangan dibiasakan, karena yang akan melukai demokrasi di Indonesia. Demokrasi harganya lebih mahal dibanding mahar," tuturnya.

Sebagai anggota DPRD Jabar, Syahrir mengharapkan Pilpres 2019 berjalan aman, lancar, damai dan partisipatif. Ia pun mengajak semua pihak untuk menunjukkan kepada dunia bahwa demokrasi Indonesia ini baik tanpa ada trik ataupun kecurangan.

"Perihal berbeda pilihan merupakan hal yang wajar dalam pesta demokrasi," tandasnya.

(ona/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up