alexametrics

Pasca Serangan Israel, ACT Perbanyak Bantuan ke Palestina

14 November 2019, 18:07:52 WIB

JawaPos.com – Serangan dari Israel pada Selasa (12/11) lalu membuat 32 orang meninggal dunia serta 82 jiwa menderita luka berat dan ringan di sejumlah wilayah Gaza. Merespons dampak tragedi tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan memasifkan bantuan untuk Palestina sebagai aksi nyata kepedulian kemanusiaan di dunia internasional.

Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudin menyatakan bahwa ACT mengecam apa yang dilakukan Israel terhadap Palestina, terlebih menjelang musim dingin yang mencekam. ACT melihat permasalahan ini bukan lagi masalah yang ringan karena sudah berlangsung setiap tahun dengan eskalasi yang semakin meningkat.

“Program bantuan reguler yang sudah ada akan terus kami tingkatkan. Kami sudah berikan instruksi kepada relawan dan mitra-mitra kami di Gaza untuk memasifkan pendistribusian bantuan medis, kesediaan paket pangan, dan bantuan Iainnya,” ungkap dia di kantornya, Jakarta, Kamis (14/11).

Presiden ACT lbnu Khajar juga berduka atas kondisi rakyat Palestina. Khususnya yang berada di jalur Gaza. Menurut dia, kekejaman Israel membuat mereka tidak pantas disebut manusia.

“Soal solidaritas kemanusiaan itu sudah lewat batas, kalau manusia kan punya perasaan dan kasihan kepada seseorang. Mereka tidak. Kenapa Palestina begitu penting untuk Indonesia, sejarah kita sangat panjang dengan mereka, bahkan orang yang mengakui kemerdekaan Indonesia ini adalah Palestina,” jelasnya.

Bambang Triyono selaku Direktur Eksekutif Global Humanity Response (GHR) ACT menyatakan bahwa bantuan sudah dipersiapkan dan akan diberikan untuk merespon situasi darurat di Gaza. Hingga saat ini, ada beberapa bantuan yang telah disiapkan, yaitu posko first response untuk melayani dan menangani kasus gawat darurat para korban.

Posko akan didirikan di dekat perbatasan-perbatasan. Selain itu, ACT akan memberikan bantuan santunan bagi anggota keluarga yang ditinggal wafat karena menjadi korban agresi tersebut.

“Bantuan medis sesungguhnya telah berjalan sejak perayaan Great Return March (GRM) sejak 2018. ACT membuka posko kesehatan di perbatasan, termasuk memberikan Iayanan kesehatan mobile kepada warga Gaza ke beberapa klinik kecil, sekolah-sekolah atau pusat-pusat komunitas warga di Gaza. Kami sudah punya data 25 keluarga dan mungkin akan bertambah, lalu per keluarga itu mendapat bantuan US$ 2.500 sampai US$ 3.500 dolar atau Rp 50-an juta,” ujarnya.

Aksi Cepat Tanggap terus mengajak masyarakat dermawan untuk bersama membantu warga terdampak konflik kemanusiaan di Palestina. Sahabat Dermawan dapat berdonasi langsung melaIui tautan www.indonesiadermawan.id PalestineUnderAttack.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Saifan Zaking



Close Ads